KIAMAT 2012; STRATEGI PEMASARAN YANG CERDAS DI AKHIR 2009 (KIAMAT KOMERSIL)

Malem ini gw bingung mo ngapain? Maksudnya bingung mulai dari mana? Mau ngegambar lagi rest dulu bentar karena otak udah jenuh. Akhirnya gw putuskan nulis aja, deh. Tapi nulis yang mana? Kemudian gw teringat cuplikan film 20012 kemaren di TV. Ya udah, gw nulis tentang itu aja, deh.

Setelah masyrakat dunia ramai-ramai larut dalam hegemoni global warming, kini mereka (termasuk saya) ikutan hegemoni ”KIAMAT 2012”, isu termutakhir di akhir tahun ini.

Isu kiamat 2012 menimbulkan kontroversi dan perbedaan persepsi di mana-mana. Bagi orang yang lemah imannya, isu ini membuat mereka takut dan ketar-ketir karena hidup mereka akan segera berakhir. Bagi para pemuka agama isu ini dikhawatirkan merusak kaidah beragama. Tapi bagi para pelaku indutri dan kapitalis, isu ini adalah tambak uang! Mulai dari film, buku, dan segala hal yang berbau KIAMAT 2012 laris di pasaran. Film 2012 menjadi best show di bisokop-bioskop, dna buku-buku yang membahas tentang KIAMAT 2012 membanjiri toko buku sehingga menaikan omset penjulan toko buku.

Gw nggak tau siapa yang pertamakali mencetuskan mengenai isu kiamat 2012 peninggalan bangsa Maya hingga menajdi isu global (kalo ada yang tahu tolong kasih tahu gw yah, hehehe...). Selain nggak tertarik, isu ini tidak mempengaruhi hidup gw karena dalam agama yang gw anut juga tidak ada satu orang manusia pun yang tahu kapan kiamat datang, meskipun tanda-tandanya sudah banyak. Hanya saja gw tertarik untuk mengomentari para industrialis yang memanfaatkan isu ini.

Coba deh, bayangin. Isu KIAMAT 2012kan sekarang sedang berada di puncaknya, tapi kenapa berbarengan dengan film 2012 di bisokop? Butuh waktu berapa lama untuk membuat film tersebut hingga kemudian dicocokan waktunya dengan penerbitan isu kiamat 2012 ke permukaan? Pasti isu kiamat 2012 sudah beberapa tahun lalu diketahui, hanya saja baru sekarang masa-masa puncaknya. Atau jangan-jangan ada kerjasama antara pihak studio film dengan para arkeolog penemu informasi dari bangsa Maya tersebut? Para peneliti itu menerbitkan isu KIAMAT 2012 setelah film 2012 siap rilis di pasaran yang kebetulan dirilis pada akhir tahun, tahun dimana biasanya film-film box-office bermunculan. Dari mikirin hal nggak penting tersebut, gw pun menyimpulkan bahwa isu KIAMAT 2012 sengaja dimunculkan demi tujuan ekonomi. Itulah kenapa di judul gw tulis ”KIAMAT 2012; STRATEGI PEMASARAN YANG CERDAS DI AKHIR 2009”. Dan, secara periklanan juga KIAMAT 2012 sudah berhasil menerapkan salah satu unsur penting iklan, yaitu ”unsur kontroversi”.

Negara-negara besar penguasa ekonomi dan media memunculkan isu-isu kontroversial yang sifatnya ”ketakutan massal”, kemudian menarik rasa penasaran mereka, hingga akhirnya mereka dijadikan sasaran pemasaran. Siapa, sih, yang nggak takut dengan kiamat? Siapa, sih, yang nggak penasaran seperti apa kiamat? Dan, siapa sih yang nggak mau mendapatkan uang banyak di akhir tahun?

Isu global yang mendatangkan banyak uang. Isu global ciptaan manusia yang menjadi tren. Kira-kira tahun 2010 isu apa lagi ya, yang bakal jadi tren? Oya, gimana kalo kita bikin isu ”MELETUSNYA GUNUNG KRAKATAU”, atau isu ”ASAL-USUL BATIK” yang sifatnya kontroversi? Lumayan, kan, siapa tau produser dari holywood berniat membuat filmnya, Itung-itung promosiin Indonesia ke dunia, sekaligus nge re-branding Indonesia sebagai produk andalan dunia.
Huf, puas sudah gw ngomongin KIAMAT 2012, si KIAMAT KOMERSIL




(Selasa dini hari, 02:22 a.m, 171109)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILUSTRATOR, KARTUNIS, STORIBORDIS, DAN KOMIKUS ADALAH PROFESI YANG BERBEDA; TINJAUAN KOMIK DI DALAM MEDIA (part 1 of 2)

Komik Juki&Friends: Persahabatan di Negeri Cermin

Aku diam, bukan tak peduli