Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2010

ROCK GOES TO POP

Yeah, sekali lagi, ternyata istilah “rock and roll is dead” yang juga menjadi judul lagu penyanyi Lenny Kravitz benar adanya. Betapa tidak, musik rock (di Indonesia) yang awalnya bisa nangkring di tangga lagu-tangga lagu dan video klipnya sering diputar di acara-acar musik, kini bertransformasi menjadi lagu pop. Lagu pop di sini bukan dilihat dari segi konteks (lirik) tapi dilihat dari segi lirik.

Lihatlah betapa banyak band yang berpakain ala rocker dan memainkan distorsi, tapi lagunya lagu-lagu pop cinta-cintaan. Bahkan band yang vokalisnya memiliki warna suara rock tampaknya “malu-malu” untuk memainkan musik rock (musik + lirik). Tapi yang paling memalukan buat saya adalah band yang, setelah masuk industri dan namanya tenar, pelan-pelan menjadi nge-pop. Sekalipun dengan pakaian serba hitam dan atribut rock (bahkan metal!), lagu yang mereka bawakan tak jauh beda dengan musisi-musisi pop.

Sebagian grup rock yang telah masuk industri (major label), akan berubah mengikuti warna pasa…

REVOLUSI & INOVASI; STRATEGI MEMPERPANJANG UMUR BRAND

Revolusi adalah proses perubahan yang terjadi secara cepat, sedangkan inovasi adalah proses menemukan/melakukan sebuah cara baru untuk mempertahankan atau menambah market share yang ada. Dan keduanya seringkali digunakan oleh brand yang ingin tetap hidup dalam persaingan.

Salah satu brand yang (menurut saya) sedang melakukan revolusi & inovasi adalah band Ungu. Band yang digawangi oleh Pasha, Enda, Maki, Rowman dan Onchi, pada awalnya adalah band yang mengusung aliran musik rock (kata teman-teman, lho). Hingga suatu hari band Ungu mengalami masa-masa sulit karena ternyata jenis musik yang diusungnya kurang laku di pasaran. Kemudian band Ungu melakukan revolusi dengan berputar haluan mamainkan musik pop. Walhasil musiknya diterima pasar dan namanya melejit. Ungu bukan saja merubah gaya musiknya, tapi juga penampilannya. Mereka tampil lebih trendy dan gaya namun tampak lebih dewasa.

Setelah beberapa tahun berjalan, kita semua harus mengakui bahwa Ungu adalah salah satu band tersuks…

ME-MANGA-KAN INDONESIA II (KARAKTER YANG INDONESIA BANGET)

Pada artikel sebelumnya (me-manga-kan Indonesia) saya bilang kalau di Indonesia memang tidak ada standar baku dalam membuat karakter. Karena selain tidak ada yang membakukan, juga tidak ada yang menyetujui baik secara langsung atau tidak karakter apa yang cocok dengan komik Indonesia. Dan di artikel ini masih membicarakan tentang citra juga.

Suatu hari, di tengah hari bolong ketika saya main ke Akademi Samali, saya ngobrol dengan mas Zarki. Beliau mengutip omongan seseorang (yang saya juga lupa siapa orang itu),katanya komik yang Indonesia banget adalah komiknya Tatang S. Yap! Komik-komik buatan Tatang S. tentu sudah sering kita lahap semasa SD dulu (tahun 90-an). Secara konteks (visual) dan konten (cerita) komiknya Tatang S. memang Indonesia banget. Karakternya adalah karakter wayang punakawan (Petruk, Semar, Gareng + Bagong) yang dipopulerkan oleh Sunan Kalijaga. Dengan tarikan garis tebal dan karakter wajah yang Indonesia, serta cerita seputar hantu (mistis) yang Indonesia banget. …

ME-MANGA-KAN INDONESIA

ME-MANGA-KAN INDONESIA

Siapa diantara kita yang belum pernah baca komik Jepang atau biasa disebut Manga? Saya yakin semuanya sudah pernah baca komik Jepang atau manga, bahkan sudah menjadi hobi.

Ya, sebegitu besarnya pengaruh manga dalam khasanah perkomikan dan seni visual di negeri ini. Manga yang kita kenal sampai saat ini, dipersepsikan sebagai komik dengan karakter :

tokohnya tampan dan cantik
bertubuh ramping
berdagu lancip dan matanya besar berbinar-binar
antara wanita dan laki-laki sulit dibedakan karena proporsi tubuhnya hampir sama (dengan lebar bahu antara 1 – 1 ½ tinggi kepala)

Dan karakter tersebut menjadi ciri khas komik-komik Jepang. Jadi siapapun yang melihat karakter denagn ciri-ciri di atas, sudah pasti akan mempersepsikannya dengan karakter ”manga” yang Jepang banget. Popularitas manga pun meroket. Bahkan komik-komik buatan Amerika pun sudah banyak yang mengadopsi gaya manga.

Siapapun juga setuju, kalau karakter manga adalah karakter yang komersil dan disukai siap saja. T…

BELAJAR MENCINTAI

Sebagian orang bilang kalau cinta itu datang dengan sendirinya dan tumbuh seiring berjalannya waktu. Tapi sebagian lagi bilang kalau cinta itu datang pada pandangan pertama. Kalau memang begitu, berarti saya tidak termasuk yang sebagian orang bilang tersebut. Karena bagi saya, cinta itu datang, tumbuh dan mulai bersemi di dalam diri karena kita sendiri yang mencoba untuk ”belajar mencintai”.

Se-lama apapun hubungan yang dijalani, bila tidak ada pihak yang memulai untuk mencintai maka tidak akan ada cinta hadir di tengah mereka. Kemudian cinta bisa hadir dan seseorang belajar untuk menerimanya ketika cinta itu datang. Di saat kita membuka hati untuk orang lain, di saat itulah cinta mulai masuk. Bisa berupa rasa cinta yang bersifat orang tua-anak, persaudaraan, persahabatan, lawan-jenis, ataupun cinta karena tanggung jawab dan dedikasi.

Lalu muncul pertanyaan, siapakah yang layak kita cintai? Jawabannya adalah ;semuanya. Entah itu kawan, lawan, binatang atau tumbuhan pun layak dicintai…

PENTINGNYA PACARAN

Dari judulnya aja ketauan, kalo ini artikel paling nggak penting yang saya tulis. Mengapa? Karena saya sendiri nggak pernah berpikir kalo pacaran itu penting. Tapi, ketika saya coba membayangkan hal-hal positif memiliki pacar, kayaknya bagus juga, tuh. Setidaknya pacaran menjadi penting ketika kegiatan berpacaran itu membuat kita menjadi lebih pintar; pintar secara psikologis, ilmu pengetahaun, keuangan, karir, dan, ehem, pintar secara biologis (hehehehehe...maksudnya bisa ngelola keinginan-keinginan tersembunyi yang susah diwujudkan kalo nggak punya pacar. Berikut poin penting punya pacar :

1. MOTIVASI BERTAMBAH
Hayo ngaku, siapa yang tambah rajin kuliah, kerja, atau berkarya ketika itu semua dilakukan demi dapat perhatian pacar? Dan siapa yang tadinya males ngapa-ngapain jadi tergerak untuk mulai berusaha? Punya pacar pasti tambah motivasi. Banyak, lho, temen-temen kita, atau bahkan para seniman yang menghasilkan karya-karya hebat karena termotivasi oleh lawan jenisnya. Teman saya suk…

A Beautiful Boxer

Gambar
Malam Minggu kemarin (23/01) saya menonton sebuah film yang sangat bagus di Metro TV pada pukul 21:30. Judulnya “Beautiful Boxer”. Film asal Thailand ini menceritakan kisah perjalanan Nong Toom Parinya, seorang petarung Muay Thai (Thai Boxing) yang mengubah jenis kelaminnya dari laki-laki menjadi seorang wanita.

Sejak kecil sebenarnya Toom sudah memiliki ketertarikan akan hal-hal berbau wanita, seperti tari-tarian dan menghias diri. Di film ini ketertarikan Toom akan dunia wanita dan hubungannya dengan dunia tarung disimbolkan lewat adegan ketika Toom melihat pertandingan Muay Thai dan tari-tarian dalam sebuah pasar malam. Sebuah adegan yang sangat kontras, sekontras dirinya, seorang petarung yang bergelut dengan kekerasan namun sebenarnya hatinya sangat lembut.

Keterlibatan Toom dengan dunia tarung bermula ketika ia secara tak sengaja memenangkan sebuah pertarungan di arena pasar malam dan mendapatkan sejumlah uang yang kemudian dibelanjakan untuk kebutuhan keluarganya (keluarga Too…