Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2010

TERBIT SETELAH CEMAS

Terbayar sudah kerja keras yang saya (kami) kerjakan selama sebulan pas. Ya, tanggal 1 Mei lalu, saya, Beng, Zarki, Errie dan Ecan rapat untuk membicarakan tentang Koran Samali yang akan diterbitkan menjelang ulang tahun Akademi Samali, seklaigus penyusunan timeline perjalanan komik Indonesia yang akan akan mengisi display pada acara Zona Cergam Indonesia di Grand Indonesia (21-30 Mei 2010).

Sejak hari itu kami sama-sama kerja untuk menyelesaikan Koran Samali dan timeline perjalanan komik Indonesia. Sementara Zarki mengurus penyusunan timeline, sisanya mengurus Koran Samali. Mulai dari pengumpulan materi, penyusunan layout dan halaman, serta menghubungi para kontributor untuk mengisi kolom di Koran Samali.

Prose pengerjaan Koran Samali berjalan lebih dari dua minggu. Untuk menyusun tabloid sebanyak 18 halaman seukuran A4 mungkin bisa dibilang lama. Hal ini wajar karena kami semua, para redaksi, mengerjakan tabloid ini pada sisa waktu kami sepulang ngantor, sebab kami semua juga beke…

KOMIK SEBEL 2, 3, 4

Gambar
Setelah bikin satu strik komik SEBEL, saya jadi keterusan bikinnya

SEBEL 1

Gambar
Waktu itu ada temen saya yang katanya mau belajar bikin komik, tapi katanya susah ngegambar. Ya udah, saya bikinin contoh komik yang sederhana dan ringan buat dia dengan harapan terpacu untuk bkin komik

SATU SMS SAJA

Gambar
Kita pasti pernah menanti-nanti datangnya SMS dari seseorang. Entah itu teman, rekan bisnis, atau mungkin saudara. Kalau SMS yang kita harapkan berasal dari orang yang "biasa-biasa" saja, mungkin kita tidak terlalu menghiraukannya. Lain hal kalau SMS yang kita tunggu berasal dari orang yang balasannya benar-benar kita nanti, alias dari orang yang spesial.

Kalau saja kita tidak menerima balasan SMS dari orang yang "biasa-biasa" saja, bisa jadi kita bersikap santai dan sedikit cuek. Tapi kalau balasan SMS dari orang yang spesial itu tak kunjung datang? Waw, bisa-bisa hati ini resah dan gundah-gulana. Beribu pertanyaan dan rasa penasaran membuncah di ujung kepala. Sangat ingin tahu apa yang sedang terjadi dengan si dia. "Ada apa, ya?", "Dia kenapa ya?", dan segala macam "ada apa-kenapa" lainnya.

SMS dari seorang yang sangat dinanti bisa menjadi sangat berarti. Seakan tulisan yang terpampang di layar hape bagai kata-kata mutiara. Tiap kalima…

Mahalnya Harga Sebuah Prosedur

Senin pagi tadi (17-Mei-2010) saya mendatangi Polres Depok untuk keperluan membuat Surat Ijin Mengemudi (SIM), dengan harapan besar dimana saya akan mendapat kemudahan dalam memperoleh SIM. Kemudahan yang saya maksud bukanlah menempuh jalur “khusus” dengan cara memberi sejumlah uang kepada pejabat setempat supaya proses yang saya jalani bisa dipangkas, melainkan melewati segala prosesnya sesuai prosedur namun tetap lancar.

Setibanya disana, saya disambut tukang parkir yang langsung menanyakan keperluan saya. Begitu mendengar saya hendak membuat SIM baru, si tukang parkir langsung menawarkan bantuan “Paket Kemudahan Pembuatan SIM”. “Mau dibantu gak, mas?”, begitu katanya. Dengan terima kasih saya tolak bantuannya. Setelah memarkir motor, saya bertanya pada seorang polisi yang berjaga di dekat parkiran. Dengan senyum lebarnya polisi tersebut menyambut saya dengan sangat ramah. Layaknya seorang sales door to door yang menawarkan bubuk abate, polisi tersebut juga menawarkan bantuan “Pa…

POLISI ; OPS SIMPATIK JAYA YANG (BUAT SAYA) SANGAT TIDAK SIMPATIK

Malam itu saya pulang larut, sekitar pukul satu dini hari. Dari Pakubuwono menuju Depok, seharusnya saya belok kiri setelah melewati lampu merah di kawasan Pondok Indah, tapi saya malah lurus terus ke arah Lebak Bulus. Saya memang sering nyasar, apalagi kalau sudah malam, karena memori saya akan lokasi dan jalanan kurang bagus. Saya pun langsung putar arah ke arah Kampung Rambutan dan ketika saya berputar di perempatan besar (lupa namanya) yang terusannya ke arah Jakarta Barat dan sepi itu, saya melihat gerombolan polisi sedang melaksanakan razia. Damn! Saya pasti kena karena saya belum memiliki SIM. Dan betul saja, saya kena tilang karena tidak memiliki SIM, dengan nomor surat tilang: 1752179 B, dan no. Reg :1436.

Kesal! Saya kesal. Tapi bukan kesal karena ditilang.Dengan lapang dada saya terima tilangan itu karena saya bersalah mengendarai sepeda motor tanpa memiliki SIM. Yang membuat saya kesal adalah sikap dan perlakuan dari para polisi tersebut. Setelah saya diminta meminggirkan…