Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

Cahaya Pilihan, Pengajian dan Bangsat

Sabtu malam ini (18/06), lewat jam setengah dua belas malam, saya beranjak dari kantor di Mampang Prapatan menuju rumah di Depok. Meskipun kondisi jalanan masih cukup ramai, hal ini wajar terutama pada malam Minggu. Namun hal yang tampak biasa dan wajar berubah menjadi luar biasa dan menyebalkan karena adanya rombongan sebuah pengajian.

Sejak sebelum memasuki kawasan Pasar Minggu, kepadatan jalan raya mulai terlihat dan nampak tidak biasa karena volume kendaraan lebih banyak dari biasanya. Bunyi klakson bersahutan, baik dari pengendara mobil, sepeda motor, maupun angkutan umum. Semua tak lebih karena “kemarahan” akibat kemacetan yang terjadi. Dan “parade” ini terus berlangsung hingga kawasan jalan Poltangan, tempat pengajian digelar.

Kemacetan semakin parah begitu memasuki Pasar Minggu, terutama saat memasuki terowongan yang jalannya menyempit. Setelah masuk terowongan, saya melihat beberapa mikrolet yang disesaki penumpang berbaju takwa dan kopiah putih, bukan hanya bergelantungan, mer…

Al-Gomuk_Tambal Hati

Gambar
Gombalan seorang penjaga stand komik kepada seorang penjual boneka. Bintang tamu: Martaphuri : http://idekuhandmade.blogspot.com/

Dosa Supir Angkot ; Ketika Bekerja Bukan Lagi Melayani

Tadi malam lewat jam sepuluh ketika saya melanjukan sepeda motor, dan saat itu sedang melintasi sub way yang melewati Ps. Minggu arah Depok. Ketika jalanan menanjak saya lihat angkutan umum 04 (jurusan Depok Ps. Minggu) berhenti di pinggir jalan. Mungkin mogok pikir saya, dan ini hal biasa untuk dilihat. Namun apa yang saya lihat beberapa meter ke depan tidak biasa. Ada 3 orang perempuan berjalan kaki ke arah luar persis ketika jalanan menanjak, tanpa trotoar, diselingi kendaraan lain yang melaj dengan kecepatan tinggi. Dapat dipastikan mereka adalah korban dari mogoknya angkutan umum tersebut. Dalam benak saya hanya ada satu pemikiran, bahwa supir angkot itu benar-benar tak bertanggung jawab!

Eits,tunggu dulu. Jangan menyimpulkan sebelum tahu duduk permasalahannya. Siapa tahu 3 perempuan itu bukan penumpang angkot tersebut? Atau, siapa tahu mesin angkot tersebut benar-benar mati sehingga risiko tabrakan cukup besar dan itu membahayakan 3 perempuan yang ada di dalamnya, sehingga mereka…

Si Cantik Yang Ngegombal

Saya punya seorang teman perempuan di dunia maya yang saya kenal tahun 2010-an. Saat ini dia sedang menunggu skripsinya selesai untuk lulus dari Jurusan Jurnalistik Universitas Kristen Petra, Surabaya. Awal perkenalan melalui mutiply, lalu lanjut chit-chat via Yahoo Messenger dan sesekali SMS-an (jarang sih kalo yang ini). Dari sekian banyak obrolan yang terjalin, saya mendapati dia sebagai sosok perempuan yang kritis, tajam, pekerja keras dan galak ;-p.

Kalo ketemu di YM, biasanya dia bercerita tentang kelakuan orang-orang di sekitarnya, atau tentang teman-temannya yang sering menilai dirinya seenak jidat. Kadang ia juga protes dengan perilaku teman kuliahnya yang tidak ia suka. Kalau sudah begitu, obrolan melebar ke hal-hal yang lebih serius; ideologi, keyakinan hingga urusan perbedaan agama yang sering jadi masalah. Dan, ia sangat tertarik dengan isu perbedaan agama, yang seharusnya bukan menjadi akar perselisihan,melainkan menjadi hal yang sangat indah. Dan berbeda adalah fitrah …