Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Apa Salah Manga dan Amerika?

Masih di Kamis yang sama, saya chatting dengan Jery Aritonang, teman saya yang ngasih tau iformasi lomba ngedesain kaos di salah satu blog lokal. Idenya simple. Cuma ngedesain kaos dengan gaya komik strip dua panel dan bagi yang kepilih, desain akan dicetak ke atas kaos. Saya sangat tertarik dan Jery langsung ngasih link blog tersebut.

Merasa gampang karena bikin komik strip itu hal biasa bagi saya, saya pun menjadi semangat tak keruan ngikutin lomba itu. Tapi, pas saya baca ketentuannya, semangat saya yang menggebu-begu perlahan redup dan hilang. Di salah satu ketentuannya, disebutkan bahwa tidak boleh ngirimin komik dengan gaya manga atau Amerika. Oh, Tuhanku!

Saya bener-bener nggak habis pikir dengan larangan itu. Ditambah, bahwa sangat disarankan mengirimkan karya dengan gaya yang sangat Indonesia. Jadi timbul pertanyaan di kepala saya. Apa yang salah dengan gaya manga dan Amerika? Lalu, seperti apa gaya yang sangat Indonesia? Pada peraturan itu saya ngerasa ada kedangkalan akan p…

Seberapa Cantikah Kamu?

Sabtu lalu waktu di Gandaria City. Di Mal yang baru saja jadi ini saya melihat orang-orang berdandan rapi dan sedap dipandang. Tak terkecuali para wanitanya. Banyak sekali wanita-wanita cantik nan seksi berkulit mulus dan bodi aduhai. Membuat mata ini enggan untuk melepas pandang. Secara normal, tentu saya sangat menyenangi hal tersebut. Gratis dilihat!

Selain kulit mulus dan body oke, gaya berbusana mereka juga enak "eye-catching", alias langsung nyantol begitu mata melihatnya. Dari baju yang belahan dadanya rendah, hot pant, sampai baju terusan yang potongannya sangat rendah. Pokoknya tampil all out.

Gak sedikit juga wanita-wanita itu yang jalan bareng dengan pasangannya. Dan kebanyakan mereka bergandengan tangan atau sekadar rangkul-rangkulan sampai pegang-pegang pinggul, seakan pacarnya bisa terbang begitu tertiup angin dari AC.

Dari sekian banyak wanita-wanita cantik yang berlalu lalang, baik bersama pasangannya atau tidak, ada sesuatu yang menimbulkan pertanyaan di benak…

Merry Christmas, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Kamis lalu (9/12) ada kiriman satu paket kartu Natal ditujukan kepada saya dari teman blogspot, namanya Cecilia Hidayat. Dikirimkannya sepaket kartu Natal tersebut karena di blognya, Cecil memposting desain-desain kartu Natal dan akan mengirimkannya kepada lima orang pertama yang memberi komen. Kebetulan saya adalah orang ketiga, dan, dapat kartu Natal!

Sebelumnya sempet surat-suratan elektronik juga dengan Cecil lalu bilang kalau sebenarnya saya nggak Natalan, namun saya akan sangat senang sekali menerima pemberian kartu Natalnya. Ia juga tidak mempermasalahkan apakah saya Natalan atau tidak, sebab yang terpenting bukan "momen apa", tapi "untuk apa" kartu-kartu itu dikirim, sekaligus mencoba menggalakkan lagi tradisi berkirim kartu ucapan yang dulu populer sebelum era digital dan internet menjadi kawan keseharian kita.

Waktu saya kecil, saya pernah dikasih tahu oleh guru ngaji saya kalau kita (orang Islam) nggak boleh ngucapin selamat hari raya kepada pemeluk aga…

"Black Sweet"

Gambar
Suatu malam, di rumah, saya belum memejamkan mata dan tiba-tiba saja tertegun melihat kertas hitam merek Canson dan seperangkat kuas + cat air. Lalu, saya pun menuangkan beberapa tetes cat air tube merek Cotman, Winsor & Newton dan sedikit cat merek pentel.

Jadilah lukisan orang yang agak-agak gak jelas.

"Black Sweet". Kertas yang digunakan berwarna hitam untuk melukis seorang teman yang menurut saya wajahnya sangat manis

Harmoni

Gambar

"Lagu Terindah"

Gambar
Thanks untuk Lintang atas ceritanya, heheheh.... ^^

Hati-hati, Ya

"Hati-hati, ya!" Sepenggal kalimat yang kerap kita ucapkan kala berpisah dengan seseorang. Bisa teman, keluarga, atau siapa saja, bahkan orang yang baru kita kenal. Kata "hati-hati, ya!" sendiri memiliki makna keselamatan bagi orang yang kita tuju. Tentunya keselamatan perjalanan bagi orang yang baru saja berpisah dengan kita. Sepele, memang. Tapi ada makna yang sangat dalam di balik ucapan tersebut. Selain sebagai doa, ucapan tersebut bisa menjadi ekspresi akan adanya sebuah perhatian.

Seringkali kita mengucapkan kalimat tersebut secara otomatis. Kebiasaan itu seakan menjadi satu kewajiban ketika mengiringi kepergian seseorang, seperti apapun suasana hati yang sedang kita alami. Karena sudah menjadi kebiasaan, terkadang ucapan tersebut hanyalah basa-basi semata dan tidak terlalu memiliki makna yang dalam.

Meski terkesan hanya sebuah basa-basi, cara pengucapan yang berbeda terhadap orang yang berbeda memiliki kedalaman makna yang berbeda pula. Bisa saja kita menguc…

Al-Gomuk_Pinjam Penghapus

Gambar
Aksi PDKT berjalan runyam, karena jurus gombal yang diajari oleh Amet, si Mas Komikus kelewat lebay.

Hahahah...

Al-Gomuk_Pinjam Hati

Gambar
Ini dia si darbe, yang lagi PDKT sama seorang resepsionis di kantor tempat dia biasa dapet objekan. Cewek itu namanya Dani (Pramuwardani).

Ehem, kira2 Darbe berhasilkah PDKT dengan Dani?

Al-Gomuk-Kafein

Gambar
Nah, kan pas pertama udah sukses manasin air untuk ngopi, sekarang kopinya sudah jadi. Tapi kok, malah nolak?

Al-Gomuk_Biru Laut

Gambar
Setelah hampir setahun gak ketemu, Helen menyatakan perasaannya tiap kali ketemu Amet. Emang apa, sih, yang Helen rasain?

Al-Gomuk_Main Gitar

Gambar
Waktu itu Amet mencoba ngegombalin Helen dengan gitar. Tadinya pengen bikin lagu, tapi malah bingung bikin lagu apa.

Akhirnya, Amet teringat dengan Beethoven

Jakarta Dalam Ilustrasi dan Degradasi Budaya yang Melahirkan Budaya

Rabu malam kemarin (03/11) hampir jam tujuh malam, saya tiba di studio Maros, sebuah komunitas budaya rupa yang markasnya ada di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan. Kedatangan saya ke sana adalah sebagai peserta workshop 320C yang diadakan oleh Ruang Rupa, bekerja sama dengan sembilan komunitas yang tersebar di wilayah Jakarta. Workshop yang saya ikuti adalah ilustrasi, dan Maros ditunjuk sebagai fasilitator.

Di pertemuan pertama ini, Adikara selaku pemateri mempresentasikan sejarah drawing-ilustrasi dan kota Jakarta. Pertama-tama Adikara mempresentasikan tentang kota. Bagaimana kota itu dibangun, unsur-unsur di dalamnya, seperti masyarakat, infrastruktur, sampai teknologi. Meskipun bahasannya tidak sampai mendetil, tapi setidaknya sudah memberika gambaran yang sangat fundamental tetang konsep sebuah kota. Dan satu hal yang membuat saya nggak habis pikir, kenapa dalam materinya juga membahas tentang logika dan akal sehat?Lalu apa kaitannya kota dengan drawing-ilustrasi dan budaya bahk…

BULAN UNTUK BUMI

Malam ini nggak bisa memejamkan mata. Penyebabnya sudah jelas; efek kefein akibat ngopi. Ya, saya ngopi sampai dua gelas. Di tengah lamunan karena nggak bisa tidur, tiba-tiba saya terbayang tentang bulan dan bumi, dan saya teringat ketika suatu hari saya pernah SMS-an dengan seorang teman perempuan dan dia mempraktekkan sebuah gombalan. Dia bilang gombalan tentang Bulan yang hadir hanya untuk bumi. Ya, bulan yang hadir hanya untuk bumi, pada malam hari tentunya.

Sambil iseng mikir dan mengait-ngaitkan hubungan antara bulan dengan bumi, saya tersadar kalau materi di alam semesta, baik makhluk hidup ataupun benda mati, memiliki keterkaitan masing-masing dalam sebuah analogi, yang pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa materi di alam semesta ini memiliki hakikat yang sama. Hm, contohnya begini, kita mulai dari bulan dulu.

Kenapa bulan tercipta sebagai satelitnya bumi dan hadir hanya pada malam hari? Kalau kita kaitkan dengan kehidupan manusia mungkin akan menjadi seperti ini ; Kenapa kita…

Menghidupkan Kembali Budaya Lama Lewat Teh Poci

Sudah dua malam saya ngeteh tubruk dengan teko porselen yang saya temukan di dalam lemari di dapur, dan saya menikmatinya. Ya, betul, sangat menikmati minum teh tubruk yang mengalir dari teko porselen ketimbang minum teh celup yang airnya langsung dari termos. Kenikmatan ngeteh gaya ini bisa dibilang cara kuno dan sudah ketinggalan jaman serta ribet bila dibandingkan dengan teh celup yang praktis.

Percaya atau tidak (ini hanya soal sugesti), ngeteh tubruk dari teko porselen memiliki cita rasa yang berbeda ketimbang teh celup. Teh tubruk masih menyimpan aroma teh yang lebih kuat dan pengalaman ngeteh-nya lebih terasa karena daun teh dan batangnya masih kasar daripada teh celup yang aromanya datar dan tidak ada potongan daun teh kering. Secara penyajian memang lebih repot, tapi secara pengalaman ngeteh jelas berebeda. Saya yang dulu lebih sering ngeteh celup, sekarang jadi lebih senang ngeteh tubruk karena memang menemukan perbedaannya. Teh tubruk emang kuno tapi klasik.

Saya pernah deng…

Mouse, Si Kecil yang Terlupakan (Kecil Gak Selamanya Remeh )

Belum ada seminggu saya mengganti mouse komputer saya dengan mouse yang baru karena mouse yang pertama rusak. Saya pikir slot PS2-nya yang rusak, ternyata mouse-nya yang nggak jalan setelah saya coba di komputer lain. Padahal lampunya masih nyala, lo



Karena nggak mau menjadikan mouse rusak sebagai alsan malas ngerjain PR saya lantas mengganti mouse yang lama dengan optical mouse merek Genius warna hitam dengan slot USB seharga Rp. 42.000. Cukup mahal karena ada mouse yang harganya cuma Rp. 19.000. Lucu, sih, warna-warni, tapi ngeri ba'al. Dan mouse baru saya ini, wow, enak banget! Tekstur body-nya nyaman di telapak tangan. Ukurannya pas di genggaman walau bantalan tombolnya tidak seempuk yang lama.



Jujur saja, selama beberapa hari saya kelimpungan dan nggak bisa ngerjain PR gara-gara mouse rusak. Nggak bertkutik sama sekali. Padahal mouse cuma aksesori kecil yang dengan mudahnya bisa di plug & play, harganya cukup terjangkau, dan tidak masuk dalam daftar spek komputer ketika kit…

Teater Musikal Hansel and Gretel di Goethe Haus

Sabtu malam (9/10) sekitar jam tujuh selepas kelas penulisan di BauTanah, saya dan teman-teman (Salma, Ratna dan Wigi) tidak langsung pulang melainkan menonton teater musikal di Goethe Haus. Pertunjukan ini dibawakan oleh Komunitas Taman Seni Indonesia yang juga dikenal dengan sebutan Kotaseni. Pertunjukan yang berlangsung selama lebih dari sejam ini membawakan kisah klasik berjudul Hansel and Gretel. Selain teater musikal, ditampilkan juga sketsa dan lukisan hasil karya anak-anak Kotaseni yang dipamerkan di foyer yang masih satu bangunan dengan auditorium tempat pertunjukan dimainkan.

Sebelum pertunjukan dimulai saya menyempatkan diri melihat-lihat sketsa dan lukisan yang dominan dibuat denagn teknik arsiran dan aquarel. Belum habis kekaguman saya atas gambar-gambar tersebut, saya kebelet kencing dan buru-buru masuk ke auditorium karena pertunjukan akan dimulai.

Pertunjukan dimulai dengan membawakan lagu berjudul Sunday Morning yang dipopulerkan oleh grup musik Maroon 5. Lagu yang dib…

MANASIN AIR

Gambar
Siang itu, waktu Amet main ke rumah Helen, Helen nyeduhin kopi buat Amet. Helen pun mengisi teko dengan air untuk dimasak. Tapi ternyata gasnya habis sehingga Helen tidak bisa manasin air. Tapi ternyata bisa kok, manasin air di teko tanpa perlu kompor.

Helen : Wah, Met, gasnya habis

Amet : Emang kenapa?

Helen : Ya nggak bisa masak aer, dong. Kan mau ngopi

Amet : Sini tekonya (Amet mengambil teko dari tangan Helen dan menaruh di dadanya), lalu bilang),

“Panasin di sini aja, karena hatiku sangat hangat!”

Helen : (dengan tampang BT ngedumel), Gombal Mukiyo! Pantesan nggak laku-laku!


notes :
Humor garing ini emang sengaja dibikin dengan tokoh saya sendiri (Amet) dan teman saya namanya Helen. Dia sih setuju2 aja di masukin jadi tokoh, hehehe.

Menggombal, menurut sebagain orang mungkin cuma omong kosong atau rayuan palsu. Tapi gak segampang itu, lho, membuat gombalan. Gak cuma mencari makna yang kontekstual, alisa pas dengan situasi, tapi juga pemilihan kata mesti diperhatikan.

So, buat saya ngego…

"MAIN SALON-SALONAN"

Gambar
Painting :
Water color on paper

Retouching :
Photoshop


Hanya ingin menggambarkan suasana keakraban antara ibu dan anak. Si ibu tidak berdiri di lantai, melainkan duduk di atas kursi melambangkan derajat seorang ibu yang tinggi. Selebihnya? gak terlalu mikirin juga sih ^^

"SETIAP WANITA AKAN MENJADI SEORANG IBU"

Gambar
Painting :
Water color on paper

Lettering & retouching :
Photoshop


Antara tulisan dan gambar memang terlihat tidak ada hubungannya, namun gambar yang saya buat ini sebenarnya mengandung beberapa simbol yang menyimbolkan "wanita" sebagai jender dan "ibu" sebagai profesi/status.

Anak kecil yang memeluk boneka beruang melambangkan KASIH SAYANG seorang ibu.

Sedangkan sepatu berhak yang dipakai sang bocah melambangkan naluri manusia untuk menjadi dewasa, dan sepatunya sendiri menyimbolkan seorang WANITA, diperkuat warna merah marun yang merepresentasikan keanggunan, keelokan, dan kedewasaan.

Warna yang bernuansa merah dan coklat (pada boneka) memperkuat kesan dewasa, hangat, lembut (merah muda pada baju).

Masih belum menguasai teknik cat air, jadi masih terlihat kasar. Maklum, masih baru banget dan butuh latihan ^^

KUMPUL KOMUNITAS ; ARISAN KELUARGA DAN KAMPUS BERGERAK!

Gambar
Sabtu lalu (21/08) di kawasan Mampang, tepatnya di markas Akademi Samali, ada acara kumpul komunitas yang dihadiri oleh berbagai macam komunitas, mulai dari komunitas : kartun, ilustrasi, komik, film, animasi, menulis, pecinta harmonika, merajut, bahkan beberapa komunitas yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan, serta beberapa perkumpulan anak-anak muda yang merasa “kurang” dengan pelajaran di kampusnya dan mencari alternatif jendela wawasan lewat komunitas.

Acara ini juga diisi dengan bazar dan garage sale, yang diantaranya menjual barang-barang seken, pernak-pernik, rajutan, kaos, komik, makanan, dan lain-lain. Diteruskan dengan acara buka puasa bersama dan “kumpul komunitas”, yang kegiatannya sama seperti arisan keluarga. Benar-benar seperti arisan keluarga karena dalam ruangan tempat kami berkumpul suasana keakraban sangat kental terasa. Banyak dari kami yang tidak saling kenal, atau bahkan baru kali pertama bertemu tapi bisa membaur dengan akrab layaknya keluarga. Acara di…

GOD IS IN THE TV

Sudah lama saya ingin membuat tulisan ini, tapi baru kesampaian sekarang. Wah, serem amat judulnya? “Tuhan ada di dalam televisi”. Judul itu nggak salah, kok, dan mau nggak mau kita bisa melihatnya sendiri di sekitar kita.

Sebelum lanjut baca ke paragraf berikutnya, saya minta Anda menetralkan pikiran sejenak dan jangan mikir yang macem-macem dulu. Tulisan saya nggak seserem judulnya kok. Tapi kalau dari judulnya saja Anda sudah menganggap saya sebagai orang kafir, musyrik, atau pun ateis, lebih baik sudahi sampai di sini saja membacanya karena nggak akan ada gunanya tulisan ini kalau sudah dipandang buruk.

Oke, mari mulai. Istilah “God Is In The TV” pertama kali saya dengar dari salah satu lirik grup musik Marylin Manson, sebuah band metal yang kerap dianggap sebagai pemuja setan (ups, saya bukan mau ngomongin band ini, lho). Setelah mendengar kalimat itu, saya cuma mau berpendapat bahwa Marylin Manson, sang vokalis memang anti Tuhan. Mungkin saja dia mau menjelek-jelekan Tuhan. Tap…

TAKE IT OUT INDONESIA; SO WHERE'S THE LOVE IS?

Gambar
Sebenarnya saya mau membuat judul dengan tulisan “TAKE ME OUT”, atau “TAKE HIM OUT”, ataupun “TAKE A CELEBRITY OUT”. Yap, ketia judul di atas adalah nama sebuah program cari jodoh yang diputar di sebiah stasiun TV swasta yang mengadopsi program dari TV luar negeri.

Beberapa kali saya nonton acara ini. Bukan karena acaranya bagus atau keren, , tapi saya senang lihat acara itu karena ceweknya banyak yang cantik, seksi, dan tak jarang mereka semua tampil dengan dandanan yang all out, bahkan berle (berlebihan). Tapi yang menarik dari acara ini bukan karena cewek-cewek cantik nan seksi itu, melainkan bagaimana “CINTA” dan “JODOH” dilihat dari sudut pandang berbeda. Menarik, memaknai cinta dengan cara instan, padahal cinta itu sendiri bukanlah “produk” yang lahir secara instan, melainkan melalui serangkaian proses yang rumit.

Kalau saya perhatikan, semua kontestan mensyaratkan sesuatu atas calon pasangan yang mereka pilih. Misalnya saja, “saya suka cowok yang atletis”, atau “kalau kamu sib…

Zisa B'day Card

Gambar
Artwork yang saya bikin untuk kartu ucapan ulang tahunnya Azisa Noor,komikus asal Bandung yang punya teknik gambar khas dengan sapuan cat air.

Ya'udah, saya coba ikut2an bikin artwork dengan cat air, eheheheh :-p


Media
Kerta Canson
Kuas Lyra Germany Taklon(no: 00,3, dan 5)
Cat air pentel

SANDAL JEPIT dan CUPCAKE

Gambar
Bel sekolah berbunyi panjang, tanda jam pelajaran hari ini sudah habis. Anak-anak berhamburan keluar untuk pulang. Mereka semua kelihatan ceria dan bersuka cita, tapi tidak begitu dengan Dita. Dita tidak seceria teman-teman yang lain. Entah apa yang sedang Dita pikirkan. Dari seberang ada suara memanggilnya.
“Dita, Dita!”
Ternyata Mika, teman sekelasnya di kelas 5A.
“Nanti sore jangan lupa, ya, aku tungguin pokoknya. Aku duluan ya, udah dijemput, mau les gitar. Bye...”
Mika pun berlalu dan Dita berdiri mematung memandangi sahabatnya yang selalu ceria.
Di tengah perjalanan Dita masih saja termenung. Ia melangkah dengan lemah. Sesampainya di rumah tak ada siapa-siapa. Ada pesan dari ibu di atas meja makan.
“Dita, abis makan siang jangan lupa anter rantang ke rumah mbak Titis ya. Ibu pulang sore. Makasih sayang”.
Dita meletakan kertas itu kembali, lalu ganti baju dan makan siang kemudian mengantar rantang ke rumah mbak Titis. Sepajang perjalanan ke rumah mbak Titis, Dita melewati deretan …

MENCARI PASAR YANG KECIL DALAM KOMIK

Ketika membahas soal market share, sering kalo kita berpikir untuk meraih “kue” sebanyak-banyaknya dari seluruh kue yang tersedia. Maksudnya begini, diantara seribu orang konsumen, kita berusaha meraih seribu-seribunya. Padahal belum tentu keseribu orang itu membutuhkan produk yang kita tawarkan. Alih-alih dapat untung, bisa-bisa kerugian yang kita dapatkan karena tidak ada pasar yang secara khusus kita targetkan. Dalam hal ini, “segmentasi pasar” diperlukan. Sebagai sebuah produk, komik juga membutuhkan segmentasi pasar, yaitu segmentasi pembaca.

Misalnya saja kita hendak membuat komik bergenre petualangan. Lalu beberapa poin berkenaan dengan segmentasi yang bisa menjadi pertimbangan, seperti : siapa pembaca yang kita targetkan, umurnya berapa, tinggal di kawasan seperti apa, bagaimana latar belakangnya, bagaimana kondisi ekonominya, dan lain-lain. Setelah semua kita analisa, kita akan mendapat kemudahan dalam menggali cerita lebih dalam, terlebih membantu proses pemasaran lebih lanj…

PENSIL WARNA ATAU KOMPUTER?

Dulu pernah ketika saya dan teman saya sedang berada di toko buku dan saya memilih beberapa perlengkapan mengggambar, salah satunya tinta hitam dan pensil warna. Ketika saya melihat-lihat pada sebuah rak pensil warna teman saya bertanya, “buat apaan, Met, pensil warna? Lo kan ngewarnain pake komputer”. Sejenak saya tertegun mendengar pertanyaannya dan berpikir-pikir lagi, sampai akhirnya saya tidak jadi membeli pensil warna itu. Kemudian dia juga memberi saran untuk memlih tinta warna hitam yang akan saya gunakan untuk membuat blok warna hitam pada bidang gambar yang cukup luas. Untuk kali ini saya coba ikuti lagi sarannya memilih tinta. Bukanlah tinta yang teman saya sarankan melainkan cat poster.

Sesampainya di rumah dan saya gunakan cat poster itu untuk membuat blok hitam, dan, waw, saya sangat kecewa! Cat poster tidak seencer tinta sehingga saya kesulitan untuk membuat blok warna hitam dalam jangkauan bidang yang lebih luas. Dan karena kepekatannya itu, cat poster tidak selumer ti…

VIERA: KEKURANGAN YANG MENJADI KELEBIHAN

Gambar
Viera. Siapa yang nggak kenal band ini? Band yang isinya empat orang brondong dan imut-imut, dengan personil tiga laki-laki dan satu orang perempuan. Sekarang band ini lagi ngetop karena begitu digemari oleh anak-anak muda, terutama anak-anak umuran sekolah atau baru lulus SLTA.

Kalau disimak sepintas musiknya, mungkin tidak ada yang istimewa dari band ini. Aransemennya begitu empuk terdengar, tidak terlalu menonjolkan skill yang “wah”, dan yang menjadi perhatian, karakter vokalnya yang “pas-pasan” sampai-sampai terdengar nggak bertenaga. Tapi disitulah kekuatan Viera. Kekuatan itulah yang menjadi diferensiasi bagi band tersebut.

Awalnya saya tidak begitu suka dengan Viera. Alasannya ya, karena yang saya sebutkan tadi. Musiknya terlalu ringan dan vokalnya pas-pasan. Tapi hal itu lebih baik bagi saya ketimbang mesti mendengarkan band-band dengan musik yang 11-12 dengan ST12, Samson, ataupun Ungu, yang menjadi acuan industri musik saat ini. Saya sendiri sudah sangat jenuh dengan kisah c…

Unknown Woman

Gambar
Di Circle-K deket tempat saya kerja ada Circle-K yang kasirnya seorang cewek berwajah Cina. Hem,...pas ngeliat pertama kali jadi dag-dig-dug dan grogi gitu. Dan semalam, sebelum tidur saya mencoba membayangkan wajahnya dan membuat sketsanya.

Baru dua kali belanja di Circle-K dan si mbak ini kasirnya dan saya pengen tahu siapa namanya

Tools :
Pensil warna Faber Castel Classic Color
Kertas Canson Drawing Paper 110 gram, ukuran A4

Untuk guideline saya pakai Lyra Rembrand poly color warna Light Violet (gak keliatan emang sih warnanya)

ILUSTRATOR, KARTUNIS, STORIBORDIS, DAN KOMIKUS ADALAH PROFESI YANG BERBEDA; TINJAUAN KOMIK DI DALAM MEDIA (part 1 of 2)

Serupa tapi tak sama. Itulah istilah yang tepat untuk menggambarkan keadaan keempat jenis profesi yang disebutkan pada judul di atas. Tapi pada kenyatannya, Istilah yang kerap menempel di benak orang-orang adalah “serupa dan sama”. Misalnya saja, banyak orang yang menganggap komik sama dengan kartun, dan kartun sering diartikan sama dengan ilustrasi, atau storibor yang dianggap sama dengan komik.

Kalau dilihat sekilas, profesi ilustrator, kartunis, storibordis, maupun komikus adalah profesi yang sama, karena pekerjaan mereka semua sama-sama membuat gambar. Sekalipun terlihat sama, sebenarnya masing-masing pekerjaan itu berbeda. Perbedaan itu muncul karena memang ada hal yang membedakannya, yang mana pembeda-pembeda itu menjadi ciri khas masing-masing jenis pekerjaan. Ciri-ciri yang membedakannya ada karena kebutuhan aplikasi untuk masing-masing pekerjaan memang berbeda. Baiklah, saya kupas satu-satu perbedaan-perbedaan tersebut, atau lebih enaknya spesifikasi.

Ilustrator

Adalah pembu…