Postingan

NGOPIIN BRANDING

Berawal dari obrolan iseng malam sebelumnya (Sabtu, 7 Juli 2018) saya bertemu dengan teman lama, teman ngantir selama 2 tahun sejak 2006 - 2008 di sebuah agensi di bilangan Kelapa Gading. Jerry namanya. Pria beranak satu keturunan Batak bermarga Aritonang. Bisa dibilang dia teman Batak pertama saya, dan orang pertama yang mencekoki lagu-lagu Batak tradisional-kontemporer ala Viky Sianipar. Kami bertemu hampir pukul 5 sore di sebuah kafe di Cikini tempat dimana ia menjadi brand consultant dan brandingnya. Sebuah kafe bernuansa “warung kopi”, tidak modern dan sangat jarang terlihat wajah generasi millenial di dalamnya, dengan beberapa bagian bangunan yang termasuk cagar budaya dan pajangan-pajangan antik. Obrolan mengalir tenang laiknya mata air di kaki gunung. Hal yang dibicarakan pun tak jauh dari yang biasa kami bicarakan: seni, desain, komik, branding. Namun kali ini Jerry mulai bicara soal kopi, minuman yang kini jadi “santapannya” sehari-hari, hal yang dari dulu tak pernah disinggun…

HAI!

Hai. Aku kadang bingung dengan yang ada pada kita. Teman macam apakah kita berdua ini? Kadang kita saling membutuhkan -- walau kenyataannya lebih sering kau yang butuh. Aku tidak mendapatkan keuntungan apapun darimu. Uangku selalu keluar lebih banyak, waktuku selalu terpakai lebih banyak, lalu apa yang kudapatkan darimu? Kamu. Ya, kamu! Aku mendapatkanmu. Walau hanya sepanjang kopi ukuran medium, hingga kursi-kursi disenderkan kepada meja, lalu kita berjalan hingga depan pintumu. Kebersamaan denganmu yang telah kudaptkan sepanjang 9 tahun ini. Itu jauh lebih berarti daripada nominal dan detik yang terus berjalan. Kamu spesial, karena aku yang menjadikanmu spesial di mataku. Kamu berarti, karena aku sengaja menjadikanmu berarti. Bisa saja aku menganggap ada yang lebih spesial dan berarti darimu, tapi aku sengaja inginnya kamu. Hubungan pertemanan kita mungkin tak seperti di kisah fiksi; berujung dengan jadian, pernikahan, dengan berbagai drama dan rintangan yang menjarakinya. Bukan, bukan …

JALAN - JALAN BUKAN AGEN TITIPAN BELANJA

Gambar
"Oleh-olehnya jangan lupa, yaa...". Sebagian dari kita terutama yang hobi jalan-jalan tentu tak asing dengan kalimat tersebut. Ya, meminta oleh-oleh kepada teman maupun kerabat yang akan bepergian --biasanya jauh dan agak lama seperti keluar kota atau luar negeri-- seolah menjadi tradisi wajib dalam masyarakat kita, dan bila orang yang dimintai oleh-oleh tidak memenuhinya seakan dianggap melakukan "dosa"?

Tidak ada yang salah dengan meminta oleh-oleh kepada seseorang yang bepergian, namun kita perlu ingat bahwa perjalanan seseorang ke suatu tempat tentu punya maksud tertentu, baik untuk melancong, bisnis, maupun penelitian hingga kunjungan kekeluargaan dimana tidak ada keperluan kita di dalamnya.

Saya punya kejadian sangat tidak menyenangkan. Suatu hari saya mengobrol di Facebook dengan seorang teman yang sedang bertugas di Papua. Awalnya kami membicarakan masalah pekerjaan dan bagaimana kondisinya di sana. Ia menceritakan bahwa situasi sedang tidak bagus, baik sit…

UNKNOWN NUMBER

01 Malam seperti biasanya. Tak ada kejadian istimewa maupun hal seru lainnya yang kadang datang tak menentu. Acara di televisi semakin tak menarik, mau nongkrong tak punya teman, bermain dengan keponakan-keponakanku yang lucu dan menyebalkan juga sedang bosan meskipun salah satu dari mereka memintaku menggambarkan 4  makhluk tambun ajaib bernama Tinky Winky, Dipsy, Lala dan Po. Sampai akhirnya, ada satu panggilan masuk ke ponselku yang tak pernah kulupakan. Bukan, bukan orang penting, tapi orang yang merasa dirinya penting sampai-sampai ia menggunakan namanya tertera sebagai “UNKNOWN NUMBER”                 “Ya, siapa nih?” Sapaku ramah penuh kehangatan.                 “Eh, gue ingetin ye. Janggan sekali-kali deketin cewek gue”. Salam pembuka yang sangat tidak sopan dan tak beradab menurutku. Dari nada suaranya yang terburu-buru serta intonasi yang digalak-galakkan, jelas pria ini orang pecundang lemah yang berani melabrak orang lain lewat telfon dengan nomor rahasia. Dengan penuh wi…

MEMILIKI DUNIA LAIN

Gambar
Sepekan lebih menjelang Paskah saya cukup sibuk dari pagi hingga malam, saking sibuknya sampai-sampai saya kekurangan jam tidur. Imbasnya, Jumat lalu dimana umat Kristiani merayakan Jumat Agung saya tidur seharian.

Merasa "kehilangan" hari karena nyaris tidak produktif, untungnya Sabtu ini ada pertemuan dengan kawan-kawa dari Kombek (Komunitas Komik Bekasi) di Kedutaan Besar Bekasi (Fit & Food) di bilangan Jatikramat guna membahas acara Komikonko Vol. 3 sekaligus penerbitan Bekazine Vol. 2 yang akan diluncurkan dalam momen Kosasih Day. Saya, Khalid, Zelva dan Aruga (pengurus Bekazine) akhirnya bubar lewat jam 9 malam.

Setelah itu saya tidak langsung pulang, tapi meluncur ke La Cookies & Co. di Pekayon, memenuhi ajakan seorang kawan yang juga menjadi kontributor di Bekazine Vol. 2 untuk nongkrong sekaligus menikmati alunan musik blues dalam Bekasi Blues Jam. Agak pusing sebenarnya. Bukan karena musik yang dimainkan, melainkan asap rokok yang memenuhi ruangan yang luas…

Miss Hanny

Gambar
"Miss Hanny", merupakan seri komik strip yang (rencananya) akan dibuat rutin. Ceritanya mengambil kehidupan sehari-hari Hanny, seorang pengajar ballet yang juga tengah melanjutkan kuliahnya. Berbagai kejadian lucu, seru, unik dan mengharukan seputar kesehariannya di kelas ballet. Bukan hanya murid-murid yang didominasi anak-anak, namun juga tingkah polah orang tua murid yang beragam serta hubungannya dengan guru-guru lain di tempatnya mengajar.
Dua seri di atas, akan terbit di zine Bekazine, yang akan diluncurkan untuk pertama kali pada acara Komikonko Vol. 2, sebuah kegiatan temu-diskusi dan sosialita insan kreatif di Bekasi yang didukung penuh dan diadakan oleh Kedutaan Besar Bekasi.

BERHENTI BEKERJA dan MULAILAH BERMAIN!!!

Gambar
Jumat sore lalu saya berkunjung ke sebuah tempat yang sejak pertama kali melihatnya, saya langsung jatuh hati dan ingin segera datang lagi ke sana. Kedutaan Besar Bekasi namanya, sebuah area yang diisi beberapa booth makanan dan satu kantin, bersebelahan langsung dengan pusat kebugaran serta taman bacaan merangkap toko buku di sisi sebelahnya—secara tak sengaja saya menemukan tempat ini saat datang ke tempat fitness di sebelahnya karena urusan pekerjaan.      Kedatangan saya kali ini hanya untuk ketemuan dan ngobrol-ngobrol santai dengan seorang teman dari kalangan komunitas komik tempat di mana saya dulu eksis, dan tanpa disangka ada satu orang lagi yang juga bersamanya dan sama-sama dari komunitas komik. Singkat kata, terjadilah obrolan santai nan bergairah seputar kegiatan kreatif antara kami bertiga, bahkan saya dan seorang lagi ngobrol-ngobrol sambil ngejamstrip (membuat komik secara berantai yang dilakukan oleh minimal dua orang). Bukan itu saja, selesai jam strip saya diajak mel…