Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

Aku Nggak Bisa

Tinggal kami berdua di ruangan ini; komputer masih hidup, kertas berserakan, pijar lampu menyala begitu terang. Kuperhatikan ia masih berusaha mengirim e-mail di tengah koneksi internet yang super lambat. Kuhampiri ia dan duduk perlahan di sampingnya.
Serius sekali bahkan keberadaanku di sebelahnya tak digubris. “Hey” sapaku. Dan balasnya hanya, “Hmm…”. Berkali-kali kupanggil paling-paling cuma bilang, “Apa…” Kudekatkan kepalaku ke wajahnya, ia tak bergeming. Ketika kucoba hampiri bibirnya, ia…”Ssst… Jangan. Plis, jangan.” Hening. Tak ada suara. Koneksi internet masih lambat dan suasana ruangan semakin dingin. “Maaf aku nggak bisa.  Kita nggak bisa kaya 'gini” Ujarnya dengan tatapan nanar ke arahku.

Kita Butuh Teman

Jumat kemarin keponakna saya yang kelas 4 SD dijemput oleh tantenya untuk menginap di rumah neneknya. Adiknya keponakan saya yang masih TK tidak terima kakaknya diajak menginap ke rumah nenek, sementara dia tidak diajak. Jadilah suasana malam itu diwarnai tangisan kejer ponakan saya yang paling kecil. Usut punya usut ia marah kakaknya diajak ke rumah nenek sedangkan ia tidak, karena artinya ia tidak punya teman main di rumah selama kakaknya pergi. Keesokan malamnya ketika ponakan saya yang paling kecil nonton sendirian di kamar saya menggodanya dan ikutan nimbrung nonton, dan, akhirnya ia meminta agar saya menemaninya nonton. Sambil bercanda dengannya ia juga menyakatakan kekesalannya karena ditinggal kakaknya pergi. Ia juga bilang bagaimana kalau saya yang jadi kakaknya selama kakak kandungnya pergi :D Cerita yang saya alami di atas seakan menjadi ilustrasi betapa kita selalu butuh teman. Dalam hubungan saudara, kedekatan kakak-adik merupakan sesuatu yang penting. Bukan hanya teman …

Lilin

Gambar
Kau makhluk kecil yang kerap terlupakan ketika matahari dan lampu masih memendarkan cahayanya. Entah di mana kau tersimpan hingga tak ada yang tahu ke mana harus menemuimu: lemari makan, rak perkakas, bufet, atau, mungkin kau tersimpan rapi di dalam gudang bersama tumpukan benda-benda tak terpakai.Tapi mereka benar-benar mencarimu saat pijar lampu tertidur.
Cahaya kecilmu, sederhana, redup dan sederhana. Namun seketika kehadiranmu menjadi terang untuk semesta walau tubuhmu tubuhmu harus kau korbankan...
Kaulah lilin itu. Cahayamu menelusup menerangi mereka yang terjebak dalam gelap. Menuntun ke mana harus melangkah.
Tapi kau bukan lilin biasa. Apimu tiada padam. Meski tubuhmu terbakar kau tak pernah meleleh. Semangatmu tetap terjaga agar terang di ujung sumbumu selalu menyala
Terus bersinar. Bukan hanya memberi cahaya bagi mereka yang  bergelap, namun juga kekuatan bagi yang tak berdaya...

09 Agustus 2012

Hadiah kecil untuk ulang tahun seseorang berjiwa besar :)