Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Sekolah

Gambar

Mata yang Mengikat

Sore mendung itu aku dan kawan-kawam berbincang pada sebuah meja bundar di kantin kampus yang ramai dan terkenal. Obrolan dengan bahasa yang kotor, jorok dan blak-balakn keluar dari mulut pria-pria diiringi tawa keras bagai tanpa aturan.

Sesosok manis melintas dan rupanya memaksaku mengalihkan perhatian padanya. "Aku mengenalnya", ucapku dalam hati. Tapi di mana, kapan, dalam kesempatan apa? Ia, yang saat itu mengenakan baju lengan panjang berwarna kuning kemudian pergi. Aku bertanya pada orang di sebelahku, "siapa perempuan itu?". Seakan tiada asing bagiku, tapi aku sama sekali tak pernah ingat pernah melihatnya di mana

Beberapa hari kemudian, aku melihat ia lagi dalam suatu kesempatan. Tampak pintar sebagai pemandu obrolan dan catatan di pangkuannya. Seusai itu aku langsung mendekatinya, berkenalan dan,... Rupanya orang sepertiku bukan 'orang asing' baginya. Tanpa kusadari kami sering berada pada satu keramaian namun tiada bertemu dan saling kenal.

Di ten…

Abang Cuma

Gambar

3 Syarat

Gambar

Cinlok 1

Gambar
Baiklah, saya akan berbagi cara-cara menolak tawaran cinta dari laki-laki. Selamat mencoba :)

Ren

"Ren". Begitu aku memanggilnya. Sebenarnya tidak benar-benar "memanggil" secara harfiah, karena selama ini kami hanya berkomunikasi lewat SMS, chatting atau pun surel. Jalan tiga tahun lalu aku mengenalnya. Awalnya aku hanya iseng melihat akun Multiply-nya yang entah darimana asalnya kutemukan.

Jujur saja, awalnya aku mencoba berkenalan dengannya karena melihat foto profilnya yang, ya, katakanlah selain manis juga lucu. Tapi ada hal lain selain manis dan lucu yang terlihat di foto profilnya. Aku menemukan sosok teman sangat baik, yang meskipun hanya beberapa kali kudengar suaranya, belum pernah bertemu ataupun membuat janji-janji muluk.

Pertemanan kami berjalan biasa saja, laiknya hubungan yang dilakukan "hanya" melali sosial media. Aku tak banyak mengenal atau tahu siapa dirinya. Kalaupun ada, yang kutahu dia saat itu kuliah di salah satu universitas Kristen terkenal di Surabaya jurusan Jurnalistik. Ya, ketertarikannya memang pada dunia tulis-menulis sel…

Kita dan Catur

Alkisah dua pemuda sedang bermain catur di teras rumah selagi terik membakar dan minuman dingin berwarna kuning serta angin sepoi menjadi penghibur yang menempel di tubuh mereka. Tampak serius namun santai, permainan berjalan cukup lancar dan tidak satu pihak pun berambisi memenangi permainan ini.     Pemuda satu yang memainkan catur berwarna hitam menggerakkan kudanya menuju raja putih yang posisinya “lumayan” tidak aman. Dengan santai pemuda yang memainkan catur berwarna putih memakan kuda hitam tersebut menggunakan ratunya. Putih tertegun, tak menyangka kudanya akan mati secepat itu.     Ketika dua kubu sudah kehilangan sebagian besar kawannya, pemuda putih yang sekarang giliran melangkah melontarkan kata-kata.     “Lo ngerasa nggak, sih, kalau sebenarnya salah satu biji catur ini cerminan diri kita.” Tangannya masih bimbang memilih biji mana yang akan dijalankan.     “Ya, terkadang,” jawab pemuda hitam. Lalu, “Kita bisa memainkan sebuah peran, tapi lain waktu peran kita akan bergan…

Janji Abang

Gambar
Pada komik strip kali ini (yang belum punya merek) saya mengomikkan cerita yang pernah dikirimkan ke pesan masuk Facebook oleh seorang kawan, Ike Chandra. Selain cerita yang ini, Ike pernah mengirim dua cerita pendek lainnya yang salah satunya sudah pernah saya komikkan juga.

Mungkin setelah ini saya akan mengomikkan satu cerita sisanya yang sebenarnya sudah dia kirim April 2011 lalu :D

*Tokoh Neng yang sudah muncul kedua kalinya ini sebenarnya memang ada, cuma ya itu, ketika masuk komik menjadi total fiksi*

Sebel 13 & Perhati(k)an Abang

Gambar
"Kepo" dan "perhatian berlebihan". Ketika kita menyukai seseorang, kadang dua sifat itu secara perlahan dan tanpa sadar menelusup dalam diri kita, yang kalau kita telisik lebih jauh bisa menjadi bibit-bibit over posesif dan over protektif. Apapun itu, nikmati aja dua komik strip di bawah ini :D