Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2010

MANASIN AIR

Gambar
Siang itu, waktu Amet main ke rumah Helen, Helen nyeduhin kopi buat Amet. Helen pun mengisi teko dengan air untuk dimasak. Tapi ternyata gasnya habis sehingga Helen tidak bisa manasin air. Tapi ternyata bisa kok, manasin air di teko tanpa perlu kompor.

Helen : Wah, Met, gasnya habis

Amet : Emang kenapa?

Helen : Ya nggak bisa masak aer, dong. Kan mau ngopi

Amet : Sini tekonya (Amet mengambil teko dari tangan Helen dan menaruh di dadanya), lalu bilang),

“Panasin di sini aja, karena hatiku sangat hangat!”

Helen : (dengan tampang BT ngedumel), Gombal Mukiyo! Pantesan nggak laku-laku!


notes :
Humor garing ini emang sengaja dibikin dengan tokoh saya sendiri (Amet) dan teman saya namanya Helen. Dia sih setuju2 aja di masukin jadi tokoh, hehehe.

Menggombal, menurut sebagain orang mungkin cuma omong kosong atau rayuan palsu. Tapi gak segampang itu, lho, membuat gombalan. Gak cuma mencari makna yang kontekstual, alisa pas dengan situasi, tapi juga pemilihan kata mesti diperhatikan.

So, buat saya ngego…

"MAIN SALON-SALONAN"

Gambar
Painting :
Water color on paper

Retouching :
Photoshop


Hanya ingin menggambarkan suasana keakraban antara ibu dan anak. Si ibu tidak berdiri di lantai, melainkan duduk di atas kursi melambangkan derajat seorang ibu yang tinggi. Selebihnya? gak terlalu mikirin juga sih ^^

"SETIAP WANITA AKAN MENJADI SEORANG IBU"

Gambar
Painting :
Water color on paper

Lettering & retouching :
Photoshop


Antara tulisan dan gambar memang terlihat tidak ada hubungannya, namun gambar yang saya buat ini sebenarnya mengandung beberapa simbol yang menyimbolkan "wanita" sebagai jender dan "ibu" sebagai profesi/status.

Anak kecil yang memeluk boneka beruang melambangkan KASIH SAYANG seorang ibu.

Sedangkan sepatu berhak yang dipakai sang bocah melambangkan naluri manusia untuk menjadi dewasa, dan sepatunya sendiri menyimbolkan seorang WANITA, diperkuat warna merah marun yang merepresentasikan keanggunan, keelokan, dan kedewasaan.

Warna yang bernuansa merah dan coklat (pada boneka) memperkuat kesan dewasa, hangat, lembut (merah muda pada baju).

Masih belum menguasai teknik cat air, jadi masih terlihat kasar. Maklum, masih baru banget dan butuh latihan ^^

KUMPUL KOMUNITAS ; ARISAN KELUARGA DAN KAMPUS BERGERAK!

Gambar
Sabtu lalu (21/08) di kawasan Mampang, tepatnya di markas Akademi Samali, ada acara kumpul komunitas yang dihadiri oleh berbagai macam komunitas, mulai dari komunitas : kartun, ilustrasi, komik, film, animasi, menulis, pecinta harmonika, merajut, bahkan beberapa komunitas yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan, serta beberapa perkumpulan anak-anak muda yang merasa “kurang” dengan pelajaran di kampusnya dan mencari alternatif jendela wawasan lewat komunitas.

Acara ini juga diisi dengan bazar dan garage sale, yang diantaranya menjual barang-barang seken, pernak-pernik, rajutan, kaos, komik, makanan, dan lain-lain. Diteruskan dengan acara buka puasa bersama dan “kumpul komunitas”, yang kegiatannya sama seperti arisan keluarga. Benar-benar seperti arisan keluarga karena dalam ruangan tempat kami berkumpul suasana keakraban sangat kental terasa. Banyak dari kami yang tidak saling kenal, atau bahkan baru kali pertama bertemu tapi bisa membaur dengan akrab layaknya keluarga. Acara di…