Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2010

Apa Salah Manga dan Amerika?

Masih di Kamis yang sama, saya chatting dengan Jery Aritonang, teman saya yang ngasih tau iformasi lomba ngedesain kaos di salah satu blog lokal. Idenya simple. Cuma ngedesain kaos dengan gaya komik strip dua panel dan bagi yang kepilih, desain akan dicetak ke atas kaos. Saya sangat tertarik dan Jery langsung ngasih link blog tersebut.

Merasa gampang karena bikin komik strip itu hal biasa bagi saya, saya pun menjadi semangat tak keruan ngikutin lomba itu. Tapi, pas saya baca ketentuannya, semangat saya yang menggebu-begu perlahan redup dan hilang. Di salah satu ketentuannya, disebutkan bahwa tidak boleh ngirimin komik dengan gaya manga atau Amerika. Oh, Tuhanku!

Saya bener-bener nggak habis pikir dengan larangan itu. Ditambah, bahwa sangat disarankan mengirimkan karya dengan gaya yang sangat Indonesia. Jadi timbul pertanyaan di kepala saya. Apa yang salah dengan gaya manga dan Amerika? Lalu, seperti apa gaya yang sangat Indonesia? Pada peraturan itu saya ngerasa ada kedangkalan akan p…

Seberapa Cantikah Kamu?

Sabtu lalu waktu di Gandaria City. Di Mal yang baru saja jadi ini saya melihat orang-orang berdandan rapi dan sedap dipandang. Tak terkecuali para wanitanya. Banyak sekali wanita-wanita cantik nan seksi berkulit mulus dan bodi aduhai. Membuat mata ini enggan untuk melepas pandang. Secara normal, tentu saya sangat menyenangi hal tersebut. Gratis dilihat!

Selain kulit mulus dan body oke, gaya berbusana mereka juga enak "eye-catching", alias langsung nyantol begitu mata melihatnya. Dari baju yang belahan dadanya rendah, hot pant, sampai baju terusan yang potongannya sangat rendah. Pokoknya tampil all out.

Gak sedikit juga wanita-wanita itu yang jalan bareng dengan pasangannya. Dan kebanyakan mereka bergandengan tangan atau sekadar rangkul-rangkulan sampai pegang-pegang pinggul, seakan pacarnya bisa terbang begitu tertiup angin dari AC.

Dari sekian banyak wanita-wanita cantik yang berlalu lalang, baik bersama pasangannya atau tidak, ada sesuatu yang menimbulkan pertanyaan di benak…

Merry Christmas, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Kamis lalu (9/12) ada kiriman satu paket kartu Natal ditujukan kepada saya dari teman blogspot, namanya Cecilia Hidayat. Dikirimkannya sepaket kartu Natal tersebut karena di blognya, Cecil memposting desain-desain kartu Natal dan akan mengirimkannya kepada lima orang pertama yang memberi komen. Kebetulan saya adalah orang ketiga, dan, dapat kartu Natal!

Sebelumnya sempet surat-suratan elektronik juga dengan Cecil lalu bilang kalau sebenarnya saya nggak Natalan, namun saya akan sangat senang sekali menerima pemberian kartu Natalnya. Ia juga tidak mempermasalahkan apakah saya Natalan atau tidak, sebab yang terpenting bukan "momen apa", tapi "untuk apa" kartu-kartu itu dikirim, sekaligus mencoba menggalakkan lagi tradisi berkirim kartu ucapan yang dulu populer sebelum era digital dan internet menjadi kawan keseharian kita.

Waktu saya kecil, saya pernah dikasih tahu oleh guru ngaji saya kalau kita (orang Islam) nggak boleh ngucapin selamat hari raya kepada pemeluk aga…

"Black Sweet"

Gambar
Suatu malam, di rumah, saya belum memejamkan mata dan tiba-tiba saja tertegun melihat kertas hitam merek Canson dan seperangkat kuas + cat air. Lalu, saya pun menuangkan beberapa tetes cat air tube merek Cotman, Winsor & Newton dan sedikit cat merek pentel.

Jadilah lukisan orang yang agak-agak gak jelas.

"Black Sweet". Kertas yang digunakan berwarna hitam untuk melukis seorang teman yang menurut saya wajahnya sangat manis

Harmoni

Gambar

"Lagu Terindah"

Gambar
Thanks untuk Lintang atas ceritanya, heheheh.... ^^