Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Debut Komik Juki&Friends

Gambar
RumahPohon Activity menghadirkan debut komik Juki&Friends yang diadaptasi dari karakter boneka jari  Juki&Friends. (RumahPohon Activity: https://www.facebook.com/groups/RumahPohonActivity/members/)
Bercerita keseharian Juki si jerapah periang dan kawan-kawan di negeri Cermin yang indah. Ada Kuro kura-kura, Baya buaya, Risa rusa, Tiki tikus, Elang dan Bob si anjing penolong. Meski semua tinggal di ekosistem berbeda, tapi mereka saling menjaga dan hidup selaras dengan alam
Miliki segera komik Juki&Friends: Petualangan di Negeri Cermin Seri 1 -Penulis: Salma Indria Rahman | Komikus: Amet -Isi 20 halaman -Ukuran A5 (14.8 x 21 cm)
Tersedia secara terpisah maupun paket dengan boneka jari
Harga Komik Rp 17.500 Paket Komik 1 (komik + 1 boneka) Rp 25.000 Paket Komik 2 (komik + 3 boneka) Rp 40.000 Paket Komik 3 (komik + 5 boneka) Rp 60.000 (harga di atas belum termasuk ongkos kirim)
Cara pemesanan: -Pesan paket dan karakter boneka yang dipilih beserta alamat tujuan via e-mail ke: rumahpohonactiv…

Menyelamatkan Hidup Burung Kecil

Sore itu aku melaju dengan sepeda motorku menuju Stasiun Cikini dari rumahku di Depok. Begitu melintasi kolong jembatan dekat pintu air Manggarai, tepat di atas kali yang berisi ongokan sampah dan kucuran air mengalir karena baru saja hujan. Sekelebatan aku melihat sosok burung kecil yang lemah terbaring di sisi jembatan, bersebelahan dengan ongokan sampah. Entah mengapa sepertinya si burung kecil 'memaggilku' dengan lirih lemahnya.
Bak komandan perang yang tengah terdesak dan dituntut mengambil keputusan dengan cepat, aku buru-buru memberhentikan sepeda motorku dan meminggirkannya. Masih dengan setelan jas hujan lengkap aku berlari menghampiri si burung kecil yang nampak lemah. Ya, saking lemahnya ia bahkan tak sanggup mengepakkan sayap maupun melangkahkan kakinya untuk pindah ke tepian.
Kuangkat si burug kecil dan mencarikannya tempat aman, paling tidak agar ia jauh dari tumpukan sampah maupun genangan air yang langsung mengalir ke kali, tapi yang terpenting ia tidak terlal…

(C)abang Sport

Gambar
Ngaku jago olahraga? Bisa olahraga yang satu ini, nggak!?




Sekolah

Gambar

Mata yang Mengikat

Sore mendung itu aku dan kawan-kawam berbincang pada sebuah meja bundar di kantin kampus yang ramai dan terkenal. Obrolan dengan bahasa yang kotor, jorok dan blak-balakn keluar dari mulut pria-pria diiringi tawa keras bagai tanpa aturan.

Sesosok manis melintas dan rupanya memaksaku mengalihkan perhatian padanya. "Aku mengenalnya", ucapku dalam hati. Tapi di mana, kapan, dalam kesempatan apa? Ia, yang saat itu mengenakan baju lengan panjang berwarna kuning kemudian pergi. Aku bertanya pada orang di sebelahku, "siapa perempuan itu?". Seakan tiada asing bagiku, tapi aku sama sekali tak pernah ingat pernah melihatnya di mana

Beberapa hari kemudian, aku melihat ia lagi dalam suatu kesempatan. Tampak pintar sebagai pemandu obrolan dan catatan di pangkuannya. Seusai itu aku langsung mendekatinya, berkenalan dan,... Rupanya orang sepertiku bukan 'orang asing' baginya. Tanpa kusadari kami sering berada pada satu keramaian namun tiada bertemu dan saling kenal.

Di ten…

Abang Cuma

Gambar

3 Syarat

Gambar

Cinlok 1

Gambar
Baiklah, saya akan berbagi cara-cara menolak tawaran cinta dari laki-laki. Selamat mencoba :)

Ren

"Ren". Begitu aku memanggilnya. Sebenarnya tidak benar-benar "memanggil" secara harfiah, karena selama ini kami hanya berkomunikasi lewat SMS, chatting atau pun surel. Jalan tiga tahun lalu aku mengenalnya. Awalnya aku hanya iseng melihat akun Multiply-nya yang entah darimana asalnya kutemukan.

Jujur saja, awalnya aku mencoba berkenalan dengannya karena melihat foto profilnya yang, ya, katakanlah selain manis juga lucu. Tapi ada hal lain selain manis dan lucu yang terlihat di foto profilnya. Aku menemukan sosok teman sangat baik, yang meskipun hanya beberapa kali kudengar suaranya, belum pernah bertemu ataupun membuat janji-janji muluk.

Pertemanan kami berjalan biasa saja, laiknya hubungan yang dilakukan "hanya" melali sosial media. Aku tak banyak mengenal atau tahu siapa dirinya. Kalaupun ada, yang kutahu dia saat itu kuliah di salah satu universitas Kristen terkenal di Surabaya jurusan Jurnalistik. Ya, ketertarikannya memang pada dunia tulis-menulis sel…

Kita dan Catur

Alkisah dua pemuda sedang bermain catur di teras rumah selagi terik membakar dan minuman dingin berwarna kuning serta angin sepoi menjadi penghibur yang menempel di tubuh mereka. Tampak serius namun santai, permainan berjalan cukup lancar dan tidak satu pihak pun berambisi memenangi permainan ini.     Pemuda satu yang memainkan catur berwarna hitam menggerakkan kudanya menuju raja putih yang posisinya “lumayan” tidak aman. Dengan santai pemuda yang memainkan catur berwarna putih memakan kuda hitam tersebut menggunakan ratunya. Putih tertegun, tak menyangka kudanya akan mati secepat itu.     Ketika dua kubu sudah kehilangan sebagian besar kawannya, pemuda putih yang sekarang giliran melangkah melontarkan kata-kata.     “Lo ngerasa nggak, sih, kalau sebenarnya salah satu biji catur ini cerminan diri kita.” Tangannya masih bimbang memilih biji mana yang akan dijalankan.     “Ya, terkadang,” jawab pemuda hitam. Lalu, “Kita bisa memainkan sebuah peran, tapi lain waktu peran kita akan bergan…

Janji Abang

Gambar
Pada komik strip kali ini (yang belum punya merek) saya mengomikkan cerita yang pernah dikirimkan ke pesan masuk Facebook oleh seorang kawan, Ike Chandra. Selain cerita yang ini, Ike pernah mengirim dua cerita pendek lainnya yang salah satunya sudah pernah saya komikkan juga.

Mungkin setelah ini saya akan mengomikkan satu cerita sisanya yang sebenarnya sudah dia kirim April 2011 lalu :D

*Tokoh Neng yang sudah muncul kedua kalinya ini sebenarnya memang ada, cuma ya itu, ketika masuk komik menjadi total fiksi*

Sebel 13 & Perhati(k)an Abang

Gambar
"Kepo" dan "perhatian berlebihan". Ketika kita menyukai seseorang, kadang dua sifat itu secara perlahan dan tanpa sadar menelusup dalam diri kita, yang kalau kita telisik lebih jauh bisa menjadi bibit-bibit over posesif dan over protektif. Apapun itu, nikmati aja dua komik strip di bawah ini :D




Kau Tak Pernah Sendirian. Tuhan Bersamamu

Gambar
Media : Cat air di atas kertas & Adobe Photoshop

Ilustrasi ini saya buat untuk foto sampul saya di Facebook, makanya ada beberapa bagian yang sengaja dibiarkan kosong demi kesesuaian tampilan Facebook.
Mengapa tunas pohon? Sebenarnya ide memakai tunas pohon sebagai simbol kesendirian karena di rumah saya ada beberapa tunas pohon dari biji kacang hijau yang di tanam keponakan saya dalam sebuah mangkuk.
Ya, jangan pernah merasa sendirian. Ketika kau merasa sendiri karena ditinggalkan atau terusir karena sebuah kesalahan, usahlah khawatir. Ada yang selalu bersamamu: Tuhan :)

Happy Rockin' Birthday, Jemima!

Gambar
Dini hari ketika sudah memasuki 18 Oktober, saya sedang membuka Twitter dan salah seorang yang saya saya ikuti berulang tahun. Ternyata akun dengan nama @djemima.

Keesokan paginya, karena seharian di rumah, saya mulai menggambar dan butuh waktu hingga tengah malam untuk menyelesaikannya sampai-sampai baru bisa disampaikan ke orang tertuju tanggal 20 Oktober. Ya, soalnya juga saya sambi dengan kerjaan lain.

Dia penyanyi favorit saya. Selain suaranya yang seksi, musiknya yang nggak pasaran, kemunculannya pun di saat saya sudah malas mendengar musik arus utama Indonesia.

Meskipun tidak begitu mirip (karena kurang refrensi wajah) tapi setidaknya saya berusaha memunculkan spirit dari musiknya yang mudah-mudahan terwakilkan :)

Selamat ulang tahun, Jemima. Doanya, selain menjadi ibu yang selalu rock n' roll, sehat selalu dan berstamina supaya  tetap menghasilkan musik-musik berkwalitas. Dan, seperti yang sering saya singgung di Twitter, "ditunggu album keduanya".


Media : Ink
Uk…

Coretan-coretan yang Tertinggal

Gambar
Lama gak nge-blog. Sesekali posting gambar, ah.

Meski tidak terlalu sering kadang saya suka coret-coret, sketching atau gambar sesuatu yang 'biasa' aja dan gak terlalu konseptual. Sebagian ada yang tercatat tanggalnya, sebagian tidak.

Hm, sepertinya menarik kalau dibagi :)






Sketsa kawan saya, Nia. Sebenarnya dia minta dibuatkan karikatur dan saya minta ia mengirimi fotonya namun tak kunjung dikirim. Ya sudah, sebagai latihan bikin coret-coretannya  aja :p
Media : pensil di atas kertas


"You Can Stand Under My Umbrella". Judul lagu yang dipopulerkan Rihanna. Ya, saya memang terinspirasi lagu itu, tapi justru saya menggambar ini ketika melihat lagu Umbrella dibawakan oleh Tiffany, salah satu anggota SNSD. Dan kebetulan liriknya cukup 'mengena' dengan diri saya saat itu :D
Media : ballpoint

Lupa deh, kapan bikin ini. 
Medium : tinta dengan kuas di atas kertas

 Sewaktu mondar-mandir di IFI karena saat itu statusnya sebagai salah satu panitia. Di IFI Salemba ada sa…

Aku Nggak Bisa

Tinggal kami berdua di ruangan ini; komputer masih hidup, kertas berserakan, pijar lampu menyala begitu terang. Kuperhatikan ia masih berusaha mengirim e-mail di tengah koneksi internet yang super lambat. Kuhampiri ia dan duduk perlahan di sampingnya.
Serius sekali bahkan keberadaanku di sebelahnya tak digubris. “Hey” sapaku. Dan balasnya hanya, “Hmm…”. Berkali-kali kupanggil paling-paling cuma bilang, “Apa…” Kudekatkan kepalaku ke wajahnya, ia tak bergeming. Ketika kucoba hampiri bibirnya, ia…”Ssst… Jangan. Plis, jangan.” Hening. Tak ada suara. Koneksi internet masih lambat dan suasana ruangan semakin dingin. “Maaf aku nggak bisa.  Kita nggak bisa kaya 'gini” Ujarnya dengan tatapan nanar ke arahku.

Kita Butuh Teman

Jumat kemarin keponakna saya yang kelas 4 SD dijemput oleh tantenya untuk menginap di rumah neneknya. Adiknya keponakan saya yang masih TK tidak terima kakaknya diajak menginap ke rumah nenek, sementara dia tidak diajak. Jadilah suasana malam itu diwarnai tangisan kejer ponakan saya yang paling kecil. Usut punya usut ia marah kakaknya diajak ke rumah nenek sedangkan ia tidak, karena artinya ia tidak punya teman main di rumah selama kakaknya pergi. Keesokan malamnya ketika ponakan saya yang paling kecil nonton sendirian di kamar saya menggodanya dan ikutan nimbrung nonton, dan, akhirnya ia meminta agar saya menemaninya nonton. Sambil bercanda dengannya ia juga menyakatakan kekesalannya karena ditinggal kakaknya pergi. Ia juga bilang bagaimana kalau saya yang jadi kakaknya selama kakak kandungnya pergi :D Cerita yang saya alami di atas seakan menjadi ilustrasi betapa kita selalu butuh teman. Dalam hubungan saudara, kedekatan kakak-adik merupakan sesuatu yang penting. Bukan hanya teman …

Lilin

Gambar
Kau makhluk kecil yang kerap terlupakan ketika matahari dan lampu masih memendarkan cahayanya. Entah di mana kau tersimpan hingga tak ada yang tahu ke mana harus menemuimu: lemari makan, rak perkakas, bufet, atau, mungkin kau tersimpan rapi di dalam gudang bersama tumpukan benda-benda tak terpakai.Tapi mereka benar-benar mencarimu saat pijar lampu tertidur.
Cahaya kecilmu, sederhana, redup dan sederhana. Namun seketika kehadiranmu menjadi terang untuk semesta walau tubuhmu tubuhmu harus kau korbankan...
Kaulah lilin itu. Cahayamu menelusup menerangi mereka yang terjebak dalam gelap. Menuntun ke mana harus melangkah.
Tapi kau bukan lilin biasa. Apimu tiada padam. Meski tubuhmu terbakar kau tak pernah meleleh. Semangatmu tetap terjaga agar terang di ujung sumbumu selalu menyala
Terus bersinar. Bukan hanya memberi cahaya bagi mereka yang  bergelap, namun juga kekuatan bagi yang tak berdaya...

09 Agustus 2012

Hadiah kecil untuk ulang tahun seseorang berjiwa besar :)

Crying Thing

Gambar
Water color on paper. Added some salt

Air Mata

Saat aku lahir aku menangis
Saat aku terjatuh dan luka aku menangis
Saat aku merasa sedih aku menangis

Saat ibuku pergi untuk selamanya aku menangis
Saat aku menemani hari-hari terakhir ayahku aku menangis
Saat aku kehilangan aku menangis

Kini kau yang membuatku menangis
Saat kau menasihatiku untuk berbuat benar

Selanjutnya aku menangis lagi
Saat kau bertengkar karena dunia

Dan aku menangis karenamu lagi
Saat aku mendengar kau dibentak

Belum ada perempuan yang bisa membuatku menangis semudah dan sesering ini
Entah kapan lagi aku akan menangisimu
Mungkin ketika kau pergi dan membiarkanku sendiri
Atau ketika kau menemukan seseorang yang kau cintai

02:12

Lovely Man: Nilai Seorang Manusia Tidak Terletak Pada Jenis Kelamin

Gambar
Saya ingat beberapa waktu lalu Beng memberi tahu sebuah film Indonesia yang katanya bagus dan bercerita tentang seorang waria yang memiliki anak. Lalu ketika Jumat malam (11/05) menghadiri pameran karya teman-teman di Blitz Megaplex saya melihat poster film yang dimaksud: Lovely Man! Di poster itu tergambar seorang waria dengan pakaian “dinasnya” sedang duduk bersama seorang perempuan berjilbab di halte busway, dengan skema warna keabu-abuan nan suram. Jujur saja, saya ingin sekali menonton film tersebut. Dan, gayung pun bersambut ketika Beng ngajak nonton bareng film tersebut di 21 Blok M Square, Minggu siang kemarin (13/05).
Film besutan sutradara Teddy Soerijaatmadja yang dibintangi Donny Damara dan Raihanun. Dengan setting kota Jakarta dan kehidupan malam seorang waria, Lovely Man membenturkan nilai-nilai dan ‘standar moral’ di masyarakat kita yang selalu mendikotomikan antara “benar” dan “salah.” Alkisah, Aya (Raihaanun) seorang gadis jebolan pesantren yang baru lulus sekolah pe…

Pertemuan Gagal dan Rekonstruksi Sosial

Lampu yang tergantung di persimpangan Jati Padang masih menyala merah. Sebagian sepeda motor dari arah Ragunan ke arah Pasar Minggu sudah merangsek hingga ke tengah-tengah jalur Tranjakarta ;sebagian mencuri jatah pejalan kaki untuk menyeberang. Perampas-perampas egois, sudah siap mati mereka! Ponsel di saku kiri depan celanaku bergtear, buru-buru kutengok selagi si warna hijau belum muncul:
Kabari ya kalo udah deket. Gw baru nyampe
     Setelah itu buru-buru kumasukan ponsel ke saku celana dan dengan membabibuta klakson bersahutan dari belakang. Belum 5 meter sepeda motorku beranjak dari perhentiannya, sepeda motor hitam-hitam berpengendara besar dengan 'lunch box' di kedua sisi badan motor beserta antena yang menjulang panjang dan berbagai aksesori gak guna lainnya menempel di sepeda motor menglaksoniku keras dan norak (ya, kusebut norak karena bunyi klaksonnya mirip suara klakson gerobak roti dan benar-benar menurunkan harga diri sepeda motornya) kemudian menyalib dengan…

STOP! Kekerasan Terhadap Perempuan

Gambar
"STOP! Violent to Women (STOP! Kekerasan Terhadap Perempuan)"
Done is a few minutes. Combines manual technique on a violet palm's hand and a computerized technique on typo, background and layout.
Artwork for campaigne of "International Woman's Day", 8 March.
Feel free to use this picture as a campaigne to refuse violent to women

BBM

Gambar
BBM
Salah persepsi :D

I Wish You A Happy Coffee Christmas

Gambar
Cat air, pensil warna dan tinta di atas kertas

Happy Coffee Birthday

Gambar
Media: Cat air & pensil warna di atas kertas bertekstur

Lama Tak Berbatas dan Jarak

Lama tak meramu kata, namun bayangmu tetap tinggal di kepala
Lama tak saling sapa, dan senyummu masih saha merangkai bertahta
Lama sekali rasanya


Apakah karena batas khayal yang kubuat?
Atau cuma perasaan alamiah belaka?

Lama-lama lama itu menjadi lama sekali
Sangat lama dan terlalu lama
Hingga sang Lama tak lagi lama
Terbiasa

Ya, terbiasa
Aku hanya butuh terbiasa
Dan menyadari bahwa segala yang datang pasti akan pergi
Entah pergi lama atau hanya sebentar

Lama tak meramu kata
Tampaknya sudah tidak bisa, atau sebenarnya memang tak perlu
Yang ada hanya realita, tak butuh lagi kata-kata

Lama tak saling sapa
Mungkin hanya menunggu kesempatan saja untuk datang
Toh tak ada yang benar-benar kehilangan sapa

Lama sekali rasanya
Aku hanya butu terbiasa
Terbiasa untuk sadar bahwa segala sesuatu kadang perlu batas, dan jarak


Kepada, yts

Gambar
Judul : Kepada, yts Media : Tinta dan spidol di atas kertas Ukuran : A4
Karya ini saya buat segera setelah tadi malam menonton berita mengenai protes oleh FPI akan dicabutnya UU mengenai minuman keras. Protes dilakukan di dua kota, cuma lupa euy kota apa, hahaha...

Menunggu yang Tak Pasti

Gambar
Apa kamu pernah menunggu? Menunggu datangnya benda favoritmu yang sudah jauh hari dipesan, menunggu kedatangan seorang tamu, menunggu hari H janjian dengan temanmu, atau, menunggu jawaban?
Tak ada yang sebenarnya suka menunggu, karena menunggu dapat mengalihkan pikiran kita sepanjang hari. Apalagi, menunggu sesuatu yang tak pasti. Menungu jawaban yang masih tergantung. Berapa lama perhatianmu teralihkan? Sehari? Dua hari? Tiga minggu? Dua bulan? Ah, menunggu beberapa jam saja sudah mengacaukan konsentrasi.
Apa yang kau tunggu? Biarlah itu berlalu. Usah kau gapai dengan terburu-buru. Ada kalanya entah penantian yang meresahkan menjadi biasa dan tak lagi menggundah di dalam benak. Ada saatnya “sang Penantian” tak lagi kau tunggu.
Menunggu. Setidaknya, kau menyimpan rasa percaya atas sesuatu yang kau tunggu. Kau yakin ia akan memenuhi nantianmu, dan kau yakin ia tak'kan menyiakan kepercayaanmu, karena itu kau menunggunya.
Tak peduli berapa besar guncangan di dasar ketenanganmu saat menu…
Di Facebook gue bertemu dengan beberapa teman SMA yang bisa dibilang sudah 'putus hubungan' sejak gue ke Jakarta dan kembali ke rumah di Depok. Beberapa teman ada (banyak) yang sudah menikah, bahkan telah memiliki anak. Dan, ketika gue baru bertemu dengan mereka, kadang mereka bertanya, "lo 'udah kawin?"

Hm, mendaratnya pertanyaan semacam itu bagai sebuah bom atom. Kadang gue ngerasa "kerdil". Kok temen-temen gue 'udah pada kawin dan punya anak, sedangkan gue? Jangankan nikah, pacar aja nggak ada (hehehe...). Tapi setelah dipikir-pikir, memang selayaknya gue belum menikah. Bukan tanpa alasan gue merasa begitu.Alasan paling mendasar menurut gue adalah satu, "kehidupan ekonomi yang mapan."

Perempuan, dimanapun, tentu tidak mau menikah dengan laki-laki yang belum mapan secara ekonomi, apalagi pekerjannya tidak tetap. Gue contohnya. Membiayai diri aja bisa dibilang dalam tahap survive, bagaimana bisa membiayai orang lain? Bukan itu aja, pekerj…