Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Indievo Demo Album

Gambar
Saya sendiri tidak tahu harus memberi judul apa pada karya ilustrasi ini. Ceritanay begini, suatu hari teman saya dari Magelang, yang juga seorang gitaris band beraliran metal-balada (musiknya metal, liriknya balada).

TEman saya minta dibikinin cover album untuk CD demonya, dan dia emberikan contoh satu lagu berjudul "Dendam". Karena bingung gak tau mesti gambar apa, sebab referensi tentang band personilnya juga nggak ada, dan waktu yang terisisa cuma satu hari. Ya udah, bikin gambar yang mudah-mudahan cukup merepresentasikan lagunya.

yang atas (background merah) sesudah dikasih sentuhan photoshop
yang bawah (background putih dan coretan) amsih versi asli di atas kertas

Waiting for the train

Gambar
Medium:
cat Air

Pada tahap ini saya masih kesusahan untukmengendalikan cat air sebagai medium berkarya. Terlebh kertas yang digunakan hanyalah kertas dengan gramasi 110 gsm. Jadi, hasilnya pun tidak begitu memuaskan.

Tapi saya pribadi cukup terpuaskan, karena gambar ini terinspirasi dari kejadian 3-4 tahun lalu ketika saya bersama teman saya janjian di stasiun kereta api, walaupun apa yang saya gambar jauh berbeda dengan kejadian sebenarnya.


23 April 2011

Table Conversation

Gambar
Selepas diskusi komik (12/04) di Galeri Salihara, saya sempat berkenalan dengan seorang perempuan yang sebenarnya sudah saya lihat pada acara pembukaan “Pameran Bara Betina” (09/04), tapi tidak tahu siapa namanya. Dan ternyata dia adalah temannya Rie yang sedang menyelesaikan studi komiknya di Jepang (dia pulang ke Indonesia karena tragedi ledakan nuklir di Jepang). Ya sudah, karena dia tahu banyak tentang perkomikan di Jepang saya nanya-nanya dan obrolan pun berjalan lancar.


Ketika obrolan makin seru, Rie mengajak pindah ke kafe sambil makan dan minum. Kami bertiga mencari meja yang tidak terlalu besar agar tidak kejauhan juga kalo ngobrol, dan obrolan pun dilanjutkan. Melanjutkan obrolan pertama dengan Febby, masih seputar komik di Jepang, sampai akhirnya Rie turut serta dan obrolan berlanjut. Nggak cuma perkembangan komik di Jepang, kita juga ngomongin pengaruhnya di sini. Bagaimana komik Jepang menjadi teman sejak kecil, peran komik Jepang dalam perkembangan ngomik diri masing-msai…

Aku dan Perempuan

Gambar
(gambar pernah dimuat di: http://darbe.deviantart.com/gallery/?offset=24#/d1fh6zz)

Suatu hari, waktu nongkrong di acara kumpul komunitas, seorang teman perempuan mengatakan sesuatu kepada saya yang saat itu sedang asik merajut. Dia bilang kalau saya bisa membuat perempuan merasa nyaman dan senang berada di dekat saya, makanya saya disenangi kaum perempuan. Alasan dia bilang begitu adalah dimanapun saya berada di tengah-tengah acara, entah itu kumpul komunitas, pameran, bazar, maupun kumpul-kumpul lainnya, saya selalu bersama seorang perempuan. Baik yang sudah kenal atau pun yang baru kenal. Hm, setengah percaya setengah enggak, yang jelas pernyataan dia membuat saya ge-er, terlebih yang ngomong juga perempuan.

Sadar atau tidak, kenyatannya memang begitu. Di tiap acara yang saya datangi ada saja seorang perempuan untuk saya dekati, atau setidaknya jadi teman malam itu. Teman ngobrol atau sekadar muter-muterin galeri melihat karya yang dipamerkan. Seolah-olah saya memang datang bersama d…

Secangkir Kopi dan Air Mata

Gambar
Malam dini hari kemarin (10/04/2011) entah jam berapa, yang pasti sudah sangat larut. Saya terinpirasi oleh sebuah postcard buatan salah seorang teman, Amy “Si Monyet Bali”, yang menggunakan teknik cat manual dan drawing pen. Hm, kayaknya seru, deh, ikutan bikin juga.

Akhirnya, saya mengambil buku gambar, pensil, kuas, tinta dan mulai menggambar. Jadilah dua buah karya yang secara tampilan sangat berantakan, terkesan buru-buru dan jauh dari kesan indah. Tapi saya puas karena itu mengekspresikan apa yang ada di dalah hati saya.

Dua karya tersebut, sejujurnya terinspirasi dari dua hal yang dekat dengan diri saya; kopi dan perempuan. Di karya pertama saya mengibaratkan perempuan itu sama seperti kopi, dan kopi sama seperti perempuan. Sedangkan untuk karya kedua, saya menggambarkan sepasang mata yang terpejam namun tampak kesedihan di dalamnya, dan memang sekilas terlihat air mata yang mengalir. Sedang menangisi sebuah hati yang lebur di dalam gelas berisi anggur. Saya sendiri tak tahu apa …

"Kopi Lembut dan Manis"

Gambar
Waktu Mamet traktir Ikke ngopi, dia nanya2 dulu jenis kopinya, cuma resenya banyakan nanya. Eh, taunya ada yang mukiyo