MANASIN AIR




Siang itu, waktu Amet main ke rumah Helen, Helen nyeduhin kopi buat Amet. Helen pun mengisi teko dengan air untuk dimasak. Tapi ternyata gasnya habis sehingga Helen tidak bisa manasin air. Tapi ternyata bisa kok, manasin air di teko tanpa perlu kompor.

Helen : Wah, Met, gasnya habis

Amet : Emang kenapa?

Helen : Ya nggak bisa masak aer, dong. Kan mau ngopi

Amet : Sini tekonya (Amet mengambil teko dari tangan Helen dan menaruh di dadanya), lalu bilang),

“Panasin di sini aja, karena hatiku sangat hangat!”

Helen : (dengan tampang BT ngedumel), Gombal Mukiyo! Pantesan nggak laku-laku!


notes :
Humor garing ini emang sengaja dibikin dengan tokoh saya sendiri (Amet) dan teman saya namanya Helen. Dia sih setuju2 aja di masukin jadi tokoh, hehehe.

Menggombal, menurut sebagain orang mungkin cuma omong kosong atau rayuan palsu. Tapi gak segampang itu, lho, membuat gombalan. Gak cuma mencari makna yang kontekstual, alisa pas dengan situasi, tapi juga pemilihan kata mesti diperhatikan.

So, buat saya ngegombal bisa dikategorikan ke dalam sastra juga

Komentar

  1. Ha ha ha saya setuju tuh! Sastra Mbeling! Sayang saja istri kadang ngedumel kalau waktunya tidak tepat...

    BalasHapus
  2. wah, bener sekali. Mesti liat sikon juga, hehehe...

    Itu kopinya belum jadi, ntar setelah kopinya jadi juga akan ada gombalan ngopi ^^

    Thx comen-nya, xixixi, selamat nggombal

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILUSTRATOR, KARTUNIS, STORIBORDIS, DAN KOMIKUS ADALAH PROFESI YANG BERBEDA; TINJAUAN KOMIK DI DALAM MEDIA (part 1 of 2)

Komik Juki&Friends: Persahabatan di Negeri Cermin

Aku diam, bukan tak peduli