Seberapa Cantikah Kamu?

Sabtu lalu waktu di Gandaria City. Di Mal yang baru saja jadi ini saya melihat orang-orang berdandan rapi dan sedap dipandang. Tak terkecuali para wanitanya. Banyak sekali wanita-wanita cantik nan seksi berkulit mulus dan bodi aduhai. Membuat mata ini enggan untuk melepas pandang. Secara normal, tentu saya sangat menyenangi hal tersebut. Gratis dilihat!

Selain kulit mulus dan body oke, gaya berbusana mereka juga enak "eye-catching", alias langsung nyantol begitu mata melihatnya. Dari baju yang belahan dadanya rendah, hot pant, sampai baju terusan yang potongannya sangat rendah. Pokoknya tampil all out.

Gak sedikit juga wanita-wanita itu yang jalan bareng dengan pasangannya. Dan kebanyakan mereka bergandengan tangan atau sekadar rangkul-rangkulan sampai pegang-pegang pinggul, seakan pacarnya bisa terbang begitu tertiup angin dari AC.

Dari sekian banyak wanita-wanita cantik yang berlalu lalang, baik bersama pasangannya atau tidak, ada sesuatu yang menimbulkan pertanyaan di benak saya : apakah cantik itu? Kalau di atas saya bicara cantik, tentu saja cantik yang relatif dan dapat diterima oleh opini umum. Seperti, cewek putih, berambut panjang, terawat, dan yang pasti enak dipandang.

Kalau wanita cantik itu sedap dipandang, berarti banyak lelaki yang ingin memiliki dan akan menjaganya erat-erat. Hal itu tampak dari sikap tubuh para lelaki yang seakan tak rela melepas peganan pada tubuh pasangannya. Seakan-akan kecantikan telah membius para lelaki yang memiliki kecantikan wanitanya supaya menjaganya dengan segenap jiwa. Ya, wanita yang cantik tidak boleh dilepas, aklau tidak ia akan terbang!

Kecantikan yang membius? Jelas! Banyak lelaki yang terbius akan kecantikan wanita dan berusaha memilikinya. Selain rasa senang (karena punya cewek yang sedap dipandang), mungkin juga akan timbul kebanggaan memiliki wanita cantik, yang sering ditunjukan dengan genggaman-genggaman mesra. Kebanggaan karena telah berhasil mengalahkan saingan-saingan yang berusaha memiliki kecantikan wanitanya, entah dengan cara apa. Yang pasti si wanita cantik itu harus menjadi miliknya.

Setelah memiliki kecantikannya, mau apa lagi? Mau dinikmati sendirian? Setelah kecantikannya menjadi biasa saja dan membosankan karena terlalu sering dilihat, mau diapakan? Bukankah kecantikan itu hanya "pakaian" luar yang punya masa dan akan berkurang kualitasnya?

Setelah berpikir cukup lama, saya pun menyadari kalau kecantikan pada diri wanita memang bisa mendatangkan kebahagiaan bagi laki-laki, tapi hanya sementara. Saya pun jadi berpikir kembali ketika kecantikan seorang wanita mampu menebarkan daya pikatnya. Saya (dan laki-laki lainnya di seluruh dunia tentunya) sangat menyukai wanita yang cantik. Masalahnya sekarang bagaimana saya melihat kecantikan tersebut. Apakah sebagai sesuatu yang membuat bahagia, atau hanya bonus yang atas apa yang telah dimiliki. Bagiamanapun, kecantikan memang disenangi, baik bagi laki-laki yang menikmati maupun wanita yang memilikinya.

Saya hanya ingin memiliki kecantikan dari seorang wanita yang cantik bukan karena kecantikan luarnya saja, tapi juga kecantika dari dalam. Mustahil memang, mengharapkan kesempurnaan. Tapi bukankah kesempurnaan manusia itu ada di balik ketidaksempurnannya? Cantik bisa jadi kesempurnaan karena mampu menutupi ketidaksempurnaan yang tak terlihat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILUSTRATOR, KARTUNIS, STORIBORDIS, DAN KOMIKUS ADALAH PROFESI YANG BERBEDA; TINJAUAN KOMIK DI DALAM MEDIA (part 1 of 2)

Komik Juki&Friends: Persahabatan di Negeri Cermin

Aku diam, bukan tak peduli