Secangkir Kopi dan Air Mata






Malam dini hari kemarin (10/04/2011) entah jam berapa, yang pasti sudah sangat larut. Saya terinpirasi oleh sebuah postcard buatan salah seorang teman, Amy “Si Monyet Bali”, yang menggunakan teknik cat manual dan drawing pen. Hm, kayaknya seru, deh, ikutan bikin juga.

Akhirnya, saya mengambil buku gambar, pensil, kuas, tinta dan mulai menggambar. Jadilah dua buah karya yang secara tampilan sangat berantakan, terkesan buru-buru dan jauh dari kesan indah. Tapi saya puas karena itu mengekspresikan apa yang ada di dalah hati saya.

Dua karya tersebut, sejujurnya terinspirasi dari dua hal yang dekat dengan diri saya; kopi dan perempuan. Di karya pertama saya mengibaratkan perempuan itu sama seperti kopi, dan kopi sama seperti perempuan. Sedangkan untuk karya kedua, saya menggambarkan sepasang mata yang terpejam namun tampak kesedihan di dalamnya, dan memang sekilas terlihat air mata yang mengalir. Sedang menangisi sebuah hati yang lebur di dalam gelas berisi anggur. Saya sendiri tak tahu apa maksdunya. Ini mengalir begitu saja.

Memang, sesekali ada pikiran yang mengganggu. Terutama bila memikirkan seorang wanita.

11/04/2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILUSTRATOR, KARTUNIS, STORIBORDIS, DAN KOMIKUS ADALAH PROFESI YANG BERBEDA; TINJAUAN KOMIK DI DALAM MEDIA (part 1 of 2)

Komik Juki&Friends: Persahabatan di Negeri Cermin

Aku diam, bukan tak peduli