Si Cantik Yang Ngegombal

Saya punya seorang teman perempuan di dunia maya yang saya kenal tahun 2010-an. Saat ini dia sedang menunggu skripsinya selesai untuk lulus dari Jurusan Jurnalistik Universitas Kristen Petra, Surabaya. Awal perkenalan melalui mutiply, lalu lanjut chit-chat via Yahoo Messenger dan sesekali SMS-an (jarang sih kalo yang ini). Dari sekian banyak obrolan yang terjalin, saya mendapati dia sebagai sosok perempuan yang kritis, tajam, pekerja keras dan galak ;-p.

Kalo ketemu di YM, biasanya dia bercerita tentang kelakuan orang-orang di sekitarnya, atau tentang teman-temannya yang sering menilai dirinya seenak jidat. Kadang ia juga protes dengan perilaku teman kuliahnya yang tidak ia suka. Kalau sudah begitu, obrolan melebar ke hal-hal yang lebih serius; ideologi, keyakinan hingga urusan perbedaan agama yang sering jadi masalah. Dan, ia sangat tertarik dengan isu perbedaan agama, yang seharusnya bukan menjadi akar perselisihan,melainkan menjadi hal yang sangat indah. Dan berbeda adalah fitrah manusia. Tak jarang pula ia mengkritik orang-orang yang ia lawan dengan pemikirannya yang bagi saya cukup logis dan masuk akal.

Tapi setajam dan sekritis apapaun dia tetaplah seorang perempuan. Yang hobi belanja, suka aksesori, hingga punya obsesi dengan tubuh langsing dan peduli akan kecantikan. Namun hal lain yang membuat saya menyukainya, tentu saja, dia seorang pembaca dan juga penulis. Beberapa tulisannya juga pernah dimuat di media on-line dan sebuah majalah remaja. Ya, pembaca dan penulis. Orang dengan tipe seperti ini memiliki wawasan yang luas. Dan yang terpenting,dia cukup terbuka untuk menerima segala masukan atau berbagai pemikiran yang kadang nyeleneh dan kontroversial.

Beberapa minggu lalu saya chatting sama dia, dan dia mengeluhkan seorang pengacara yang dengan arogannya menilai bahwa apa yang dikerjakan olehnya (teman saya) sebagai seorang penulis adalah hal yang sia-sia, selama teman saya tidak memanfaatkan relasi yang ada. Bahkan si Pengacara menawarkan teman saya untuk bergabung dan bekerja dengan organisasi tempatnya berkegiatan. Tentu saja, ada bayarannya. Teman saya harus menulis untuk organisasi itu (memihak pastinya). Wah, 'udah nggak beres, kalau begini. Seorang penulis tidak boleh dan tidak bisa dibeli. Agak was-was juga mendengarnya.

Tapi rasa was-was itu tidak jadi, karena teman saya ini punya perlawanan. Perlawanan terhadap si Pengacara melalui bantahannya yang masuk akal, logis dan idealis! Ya, ideaslis. Karena hal itu juga ia sempat menanyakan ke saya apa arti idealis. Untungnya teman saya ini cukup tegas menolak pinangan sang pengacara yang berniat "membeli" dirinya.

Setelah curhat mengenai hal itu pandangan saya terhadap dia pun mengalami perluasan. Dia juga orang yang idealis! Dan saya berharap ia dapat menjaga idealismenya setelah lepas dari dunia perkuliahan dan melihat dunia yang sesungguhnya.

Tak lepas dari rasa kagum itu, tadi malam, dia mengirimkan pesan singkat via SMS. Dia minta bikinin gambar kartun "kutu gombal". Nggak ngerti apa maksudnya. Usut punya usut, dia ingin memakai gambar "kutu gombal" untuk profile pic-nya. Setelah itu, dengan bangga ia menunjukkan kegombalannya lewat SMS. Isi SMS-nya :

"cowok liat2*
Mbak2 : Siang mas, bisa saya bantu?
Mas2 : em, anu, mbak bisa tolong lepas masa lajang saya?


kemudian saya balas dan dia balas lagi:

Cwek: Tadi aku berantem sama mas2 di travel
Cwok: Berantem?
Cwek: Iya, sebel deh
Cwok: Kenapa?
Cwek: Iya dia marah2, padahal aku cuma mo beli tiket terusan ke hatimu..
Cwok: muntaber


Dan masih ada 5 SMS lagi yang isinya gombalan! Nggak nyangka. Selain punya sifat kritis dan idealis, dia gombal juga ternyata. Dan dia bilang, di kalangan anak-anak SMA di Surabaya dia terkenal pinter ngegombal. Hayaaahh... cantik-cantik ngegombal^^

Yuk, yah, yu, ditunggu gombalan berikutnya. Capek juga kali, ngomongin orang-orang yang sinis melulu, hehehe.

Komentar

  1. hahaha, dia ternyata punya sisi lain kehidupan yg perlu ditelusuri lebih dalam, yaitu.. KEGOMBALANNYA. hihihihi.. seruuuu!

    BalasHapus
  2. Ya, aku juga nggak nyangka,mbak. Dan setelah saling ngetwit dengan bikin tema cerita fiksi, aku makin melihat "keliarannya" :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILUSTRATOR, KARTUNIS, STORIBORDIS, DAN KOMIKUS ADALAH PROFESI YANG BERBEDA; TINJAUAN KOMIK DI DALAM MEDIA (part 1 of 2)

Komik Juki&Friends: Persahabatan di Negeri Cermin

Aku diam, bukan tak peduli