BERHENTI BEKERJA dan MULAILAH BERMAIN!!!

Jumat sore lalu saya berkunjung ke sebuah tempat yang sejak pertama kali melihatnya, saya langsung jatuh hati dan ingin segera datang lagi ke sana. Kedutaan Besar Bekasi namanya, sebuah area yang diisi beberapa booth makanan dan satu kantin, bersebelahan langsung dengan pusat kebugaran serta taman bacaan merangkap toko buku di sisi sebelahnya—secara tak sengaja saya menemukan tempat ini saat datang ke tempat fitness di sebelahnya karena urusan pekerjaan. 
    Kedatangan saya kali ini hanya untuk ketemuan dan ngobrol-ngobrol santai dengan seorang teman dari kalangan komunitas komik tempat di mana saya dulu eksis, dan tanpa disangka ada satu orang lagi yang juga bersamanya dan sama-sama dari komunitas komik. Singkat kata, terjadilah obrolan santai nan bergairah seputar kegiatan kreatif antara kami bertiga, bahkan saya dan seorang lagi ngobrol-ngobrol sambil ngejamstrip (membuat komik secara berantai yang dilakukan oleh minimal dua orang). Bukan itu saja, selesai jam strip saya diajak melihat-lihat galeri seni yang ada di bagian belakang kantin.
    Sekitar jam 7 malam saya pamit karena ada keperluan, padahal kerumunan orang makin ramai dan Kedutaan Besar Bekasi sudah riuh karena minus one karaoke sudah disetel keras-keras. Meski tak lebih dari tiga jam, pertemuan ini sangat berkesan bagi saya. Bak nostalgia kaum jompo yang reunian dengan teman segengnya di sekolah dulu, saya merasakan kembali semangat berkarya yang perlahan pudar karena kesibukan pekerjaan. Saya teringat akan suasana saat brainstorming ide, konsep maupun saat sama-sama menggarap sebuah proyek komik maupun ilustrasi. Apa yang selama tiga tahun terakhir menjadi energi saya untuk tetap “hidup”, seakan mencuat kembali dari hibernasinya. Singkat cerita, akan ada banyak kegiatan kreatif yang bakal diadakan di Kedutaan Besar Bekasi dan kesempatan ini tak boleh dilewatkan. 
    Saya beranjak, mengarungii lalu lintas Pondok Gede - Cijantung yang selalu padat. Sambil tangan kanan memainkan kendali laju sepeda motor, saya merenungkan baik-baik akan pertemuan di Kedutaan Besar Bekasi. Merenungkan apa yang menyebabkan rasa malas dan kurangnya semangat dalam bekerja; kurang bermain. Seorang anak tak pernah lelah bermain karena mereka sangat menikmatinya. Hingga kelak sudah besar, waktu dan kesemptan mereka untuk bermain banyak direnggut atas nama pekerjaan, sekolah, pun kewajiban-kewajiban lain yang sudah selayaknya dijalankan. 
    Sebagai manusia dewasa kita tetap butuh bermain dan bersenang-senang agar pikiran tetap segar, terutama bagi para pekerja di ranah kreatif yang membutuhkan ide-ide segar. Dan sebagian orang terlahir sebagai orang yang bosenan, dimana sifat ini berdampak buruk bagi produktivitas baik bekerja maupun berkarya.
    Kerja keras itu baik, tapi bekerja terlalu keras akan mendatangkan hal buruk. Bekera tanpa kenal lelah, tanpa istirahat, tanpa hiburan hanya akan membunuhmu secara perlahan. Dan, orang yang sudah terbunuh, alias mati, tidak akan bisa bekerja; mati ide, mati semangat dan mati tanggung jawab.
    Akhirnya saya menyadari, setahun belakangan saya bekerja begitu keras hingga mengabaikan kesenangan-kesenangan untuk diri sendiri. Saya terlalu mendedikasikan waktu dan tenaga untuk pekerjaan. Perlahan tapi pasti saya sekarat dan akan menemui ajal sebagai seseorang yang harus bekerja untuk tetap hidup. Saya mati karena kurang bermain.
    Terlepas apa kata orang nanti, saya tahu apa yang saya butuhkan. Hidup sebagai manusia normal. Keseimbangan itu penting. Seimbang dalam membagi waktu untuk bekerja, bersosialisasi, bermain, beristirahat hingga beribadah. Jangan berat sebelah, tapi jadilah proporsional. Bukan perkara malas atau tidak punya tanggung jawab, tapi ibarat mesin, kerusakan jangka panjang bermula dari kerusakan kecil yang terus menerus terjadi akibat adanya ketidakseimbangan dalam sistem. 
    Sebagai penutup, saya kembali mengingatkan diri saya sendiri. Mulailah untuk melakukan segala hal secara proporsional dan pada porsinya. Tidak kurang dan tidak berlebihan. Tunaikan kewajiban tanpa harus menanggalkan hak. Tetaplah bersenang-senang tanpa meningglkan tugas dalam pekerjaan. Jadilah manusia yang biasa-biasa saja, bukan manusia super yang bisa melakukan semuanya, karena Superman pun masih punya kelemahan. Kalau kau suka akan sesuatu, kerjakanlah dengan tanggung jawab dan ada buahnya. Kalau kau bisa berkarya, tetaplah berkarya meskipun tak mendatangkan pundi-pundi rupiah, karena sejatinyua kepuasan batin membuatmu lebih bersyukur dan rasa syukur menjadikanmu lebih dekat dengan Tuhan hingga kau akan lebih semangat dalam bekerja. Tetaplah bermain, jangan jadi tua karena tak pernah bermain.

Toddler girl playing sand on the beach joyfully : Stock Photo
sumber gambar: http://www.gettyimages.com/detail/photo/toddler-girl-playing-sand-on-the-beach-joyfully-royalty-free-image/182957286

Depok, 28 Desember 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILUSTRATOR, KARTUNIS, STORIBORDIS, DAN KOMIKUS ADALAH PROFESI YANG BERBEDA; TINJAUAN KOMIK DI DALAM MEDIA (part 1 of 2)

Komik Juki&Friends: Persahabatan di Negeri Cermin

Aku diam, bukan tak peduli