SATU SMS SAJA

Kita pasti pernah menanti-nanti datangnya SMS dari seseorang. Entah itu teman, rekan bisnis, atau mungkin saudara. Kalau SMS yang kita harapkan berasal dari orang yang "biasa-biasa" saja, mungkin kita tidak terlalu menghiraukannya. Lain hal kalau SMS yang kita tunggu berasal dari orang yang balasannya benar-benar kita nanti, alias dari orang yang spesial.

Kalau saja kita tidak menerima balasan SMS dari orang yang "biasa-biasa" saja, bisa jadi kita bersikap santai dan sedikit cuek. Tapi kalau balasan SMS dari orang yang spesial itu tak kunjung datang? Waw, bisa-bisa hati ini resah dan gundah-gulana. Beribu pertanyaan dan rasa penasaran membuncah di ujung kepala. Sangat ingin tahu apa yang sedang terjadi dengan si dia. "Ada apa, ya?", "Dia kenapa ya?", dan segala macam "ada apa-kenapa" lainnya.

SMS dari seorang yang sangat dinanti bisa menjadi sangat berarti. Seakan tulisan yang terpampang di layar hape bagai kata-kata mutiara. Tiap kalimat yang berbaris bagai untaian mutiara. Dan tiap huruf yang terbaca seperti butiran berlian yang berkilau. Pokoknya jadi serba berlebihan. Berlebihan? Ya, berlebihan!Segala sesuatunya bisa menjadi berlebihan kalau sudah menyangkut perasaan. Rasa suka, duka, kesal,marah, ataupun rasa cinta. Bahkan dari satu SMS yang mungkin dianggap sepele, akan menjadi begitu penting. Satu SMS saja tak berbalas bisa bikin uring-uringan, bingung, malahan bisa kesel sampai curiga. Berlebihan memang, tapi hal itu wajar-wajar saja. Seperti yang saya singgung di atas, sesuatu, kalu sudah menyangkut perasaan bisa menjadi berlebihan.

Satu SMS. Betapapun remeh dan nggak pentingnya, kalau datang dari orang yang sangat dinanti pastinya sungguh spesial. Satu SMS itu (datang atau tidak) bisa bikin hati senang, sedih, good mood ataupun bad mood.

26 05 2010




(lagi nungguin SMS yang gak kunjung datang)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILUSTRATOR, KARTUNIS, STORIBORDIS, DAN KOMIKUS ADALAH PROFESI YANG BERBEDA; TINJAUAN KOMIK DI DALAM MEDIA (part 1 of 2)

Komik Juki&Friends: Persahabatan di Negeri Cermin

Aku diam, bukan tak peduli