BULAN UNTUK BUMI

Malam ini nggak bisa memejamkan mata. Penyebabnya sudah jelas; efek kefein akibat ngopi. Ya, saya ngopi sampai dua gelas. Di tengah lamunan karena nggak bisa tidur, tiba-tiba saya terbayang tentang bulan dan bumi, dan saya teringat ketika suatu hari saya pernah SMS-an dengan seorang teman perempuan dan dia mempraktekkan sebuah gombalan. Dia bilang gombalan tentang Bulan yang hadir hanya untuk bumi. Ya, bulan yang hadir hanya untuk bumi, pada malam hari tentunya.

Sambil iseng mikir dan mengait-ngaitkan hubungan antara bulan dengan bumi, saya tersadar kalau materi di alam semesta, baik makhluk hidup ataupun benda mati, memiliki keterkaitan masing-masing dalam sebuah analogi, yang pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa materi di alam semesta ini memiliki hakikat yang sama. Hm, contohnya begini, kita mulai dari bulan dulu.

Kenapa bulan tercipta sebagai satelitnya bumi dan hadir hanya pada malam hari? Kalau kita kaitkan dengan kehidupan manusia mungkin akan menjadi seperti ini ; Kenapa kita butuh untuk berpisah --walau menyakitkan-- dengan orang yang sangat kita sayangi, misalnya orang terkasih atau sahabat sejati. Kehadiran bulan bukan semata untuk menandakan malam hari telah datang, tapi juga sebagai penanda berjalannya hari, yang berfungsi pada sistem penanggalan atau kalender. Bulan datang pada malam hari supaya ada kerinduan, layaknya kita merindukan matahari yang kedatangannya menandakan hari sudah pagi. Bayangkan bila dalam 24 jam kita hanya merasakan siang, atau hanya merasakan malam, pastilah kejenuhan yang kita rasakan. Karena itu kita harus berpisah dengan bulan untuk digantikan matahari, begitupun sebaliknya. Supaya kehadiran bulan dan matahari pada saatnya menjadi berarti.

Sama seperti pertemuan, pasti ada perpisahan. Bertemu dengan soseorang yang sangat kita kagumi tentulah sangat berharga. Tapi momen yang sangat berharga itu bisa menjadi biasa-biasa saja bahkan membosankan manakala tak ada perpisahan. Sejenak berpisah dengan seseorang akan menghadirkan kerinduan, dan kerinduan menumbuhkan rasa sayang, dan rasa sayang mendatangkan sikap saling menghargai. Maka terciptalah kedamaian. Seperti halnya orang yang memadu asmara, kalau ketemu tiap hari bisa jadi akan membosankan. Maka sekali-sekali saja bertemu akan menjadi waktu yang sangat indah.

Bila takdir "berpisah" mendatangi kita, terima saja, karena perpisahan adalah awal dari pertemuan. Dengan perpisahan kita akan bertemu dengan jiwa yang baru meskipun datang dari orang yang sama. Dengan perpisahan kita akan menemukan semangat yang baru walaupun dia-dia saja yang ditemui. Sekali waktu perpisahan adalah saat yang indah. Karena dalam waktu menunggu selama perpisahan, kita bisa mempersiapkan diri agar menjadi lebih baik pada pertemuan berikutnya. Ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Dan setelah berpisah kita bisa bertemu lagi. Sebagai insan yang lebih berkualitas dan lebih baik dari kemarin.

Selamat pagi bulan. Sebentar lagi kita akan berpisah dan bertemu malam hari nanti. Dengan sosok yang indah tentunya

15 OKtober 2010

Komentar

  1. keren bro...
    asyik juga memang saat malam g bisa tidur, banyak ide yang bisa di gali...
    http://linkartanimation.blogspot.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILUSTRATOR, KARTUNIS, STORIBORDIS, DAN KOMIKUS ADALAH PROFESI YANG BERBEDA; TINJAUAN KOMIK DI DALAM MEDIA (part 1 of 2)

Komik Juki&Friends: Persahabatan di Negeri Cermin

Aku diam, bukan tak peduli