10 favourite albums

1.Dream Theater – Six Degree of Inner Turbulence
2.The Beatles – Magical Mistery Tour
3.Evo – Dia dan Aku
4.Guns ‘n Roses – Chinesse Democracy
5.Vicky Sianipar – Satu
6.Dewa – Bintang Lima
7.Prisa – Prisa
8.Avenged Sevenfold – City of Evil
9.Superman Is Dead – Black Market Love
10.Vicky Sianipar – Indonesian Beauty

Dream Theater – Six Degree of Inner Turbulence
Serasa nikmatin film. Nuansa teatrikalnya dapet berkat aransemen dan orkestrasi yang luar biasa. Secara keseluruhan musikalitas di album ini terdengar kompleks.

The Beatles – Magical Mistery Tour
Setuju kalo banyak yang bilang nih album fenomenal. Baik dari desain covernya, pengadaan teks pada cover yang saat itu belum biasa, dan eksperimen musik yang benar-benar “aneh”. Mungkin nih album yang paling sulit kalo dimaenen secara live. Sama kaya Dream Theater, dengerin album ini serasa nonton film.

Evo – Dia dan Aku
Pas banget kalo nih band menamakan dirinya Evo, karena memang menjadi evolusi bagi kelima pendirinya. Ngak ada yang terlalu istimewa dari grup ini, kecuali karakter vokalisnya yang childish (dan menuai banyak keritik ketika terpilih sebagai vokalis Evo). Aransemen dan nuansa lagunya pun nyambung banget sama karakter vokalnya. Sayang, nih band kayaknya nggak laku karena memang benar-benar sebuah band yang (r)evolusioner.

Guns ‘n Roses – Chinesse Democracy
Bagi penggemar musik Guns ‘n Roses eranya Slash dan Duff, silahkan kecewa mendengarkan album ini. Guns’ n Roses yang tetap dipertahankan oleh Axl bener-bener berevolusi. Konsep musiknya lebih modern, kaya suara, tapi sama sekali nggak ada sisa-sisa Guns ’n Roses era 90-an kecuali vokalnya Axl Rose yang tetap powerfull dan berkarakter kuat. Secara konten kayaknya nggak jauh beda album ini sama album-album G’n R yang dulu, cuma konsep musiknya aja yang berubah, tapi spiritnya tetep ada. Satu lagi, jangan harap dengerin suara Les Paul khasnya Slash!

Vicky Sianipar – Satu
Sampai kapanpun musiknya Vicky Sianipar ngak ngebosenin buat didenger. Selain suara para vokalisnya yang berkualitas, musiknya terdengar begitu indah dan anggun karena lae Vicky selalu memasukan instrumen tradiosional (terutama Batak) di setiap lagunya. Langkah yang memang sudah dipegang teguh sejak awal karirnya. Beliau salah satu musisi muda yang sangat gw kagumi dan panuti, karena konsistensinya mempertahankan dan memperkenalkan kekayaan musik daerah kepada para pendengar yang masih muda.

Dewa – Bintang Lima
Revolusi grup musik Dewa 19 dimulai disini. Entah apa yang mendasari Ahmad Dhani mencari vokalis yang sama sekali tidak mirip dengan Ari Lasso. Dengan vokal Once, warna musik Dewa di album ini terdengar beda dari album-album sebelumnya ketika masih bersama Ari Lasso. Musiknya terdengar lebih megah, unsur rock-nya lebih ada, dan ada nuansa magis di dalamnya yang bisa membuat gw bergetar! Tapi sampai disini saja gw bisa menikmati album-albumnya Dewa 19, karena setelah album Bintang Lima musiknya Dewa 19 terdengar makin aneh.

Prisa – Prisa
Si Cute Devil ini mengagetkan banyak orang dengan album pop-nya. Namanya yang lebih dikenal di kalangan anak metal, nggak disangka merilis album pop. Dengan warna musik pop-alternatif dan vokal yang berkarakter, juga aransemen yang nggak terlalu nge-pop dan lagu yang nggak terlalu cengeng, nih album bisa didengerin di segala suasana; senang, jatuh cinta, sedih, bahkan putus asa sekalipun. Yang jelas, nih album remaja banget! (Tapi kayaknya nih album cuma sekali seumur hidup, alias nggak ada terusannya. Gimana Sha?)

Avenged Sevenfold – City of Evil
Nggak tau, yah, gw suka aja sama album yang ini. Musiknya dinamis. Ada yang naik dan ada yang turun. Dan dibandingin albumnya yang pake dua vokalis, gw lebih suka dengan satu vokalis ini karena lebih punya karakter.

Superman Is Dead – Black Market Love
Di tiap albumnya SID selalu memberikan nuansa baru dan makin dewasa dalam lirik dan musik. Di album ini SID memunculkan instrumen-instrumen yang nggak umum dipakai dalam musik punk seperti akordion, trompet, piano dan lainnya. Di album ini juga lebih dewasa dari album-album sebelumnya. Lebih bertemakan sosial dan tidak terlalu ”nakal” seperti album-album sebelumnya yang sering membicarakan tentang hura-hura. Salah satu lagu favorit gw ”Lady Rose”. Lagu cinta yang terdengar macho, dan lagu sosialnya ”Marah Bumi”, yang membicarakan tentang kesombongan manusia dan kerusakan bumi tercinta. Dan satu lagi yang jadi catatan, sound drum SID selalu berbeda di tiap album yang menghadirkan nuansa berbeda juga.

Vicky Sianipar – Indonesian Beauty
Salah satu master piece-nya Vicky Sianipar. Nih album Indonesia banget karena didalamnya adalah lagu-lagu daerah yang diaransemen ulang dengan nuansa daerah masing-masing dengan instrument-instrumen khas daerah masing-masing, dan nggak lupa, warna pop-rocknya tetap ada. Nih album lintas pulau karena menghadirkan lagu-lagu nusantara dari berbagai pulau di nusantara ini. Bagi yang suka world music nih album wajib denger.

Kalo ada yang nggak setuju harap maklum, karena gw bukan orang ahli di musik, cuma sharing pendapat aja tentang album-album yang pernah gw denger. Masih banyak sih album favorit lainnya. Nanti deh, kalo sempet dibikin versi keduanya.

(241209)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILUSTRATOR, KARTUNIS, STORIBORDIS, DAN KOMIKUS ADALAH PROFESI YANG BERBEDA; TINJAUAN KOMIK DI DALAM MEDIA (part 1 of 2)

Komik Juki&Friends: Persahabatan di Negeri Cermin

Aku diam, bukan tak peduli