MASYARAKAT INDONESIA ADALAH MASYARAKAT YANG TRENDI (dan BUNUH DIRI DARI APARTEMEN ADALAH TREN TERBARU)

Siapa bisa menyangkal bahwa masyarakat kita adalah masyarakat yang trendi, alias suka ngikutin tren. Dari musik, fashion, makanan, gaya hidup, kawin - cerai, dan yang sedang ngetren adalah tren bunuh diri lompat dari apartemen atau mall.

Belakangan ini banyak kita temui kasus-kasus bunuh diri melompat dari apartemen ataupun mall. Entah disengaja atau tidak, kasus bunuh diri semacam ini cukup menyita perhatian. Mengapa apartemen dan mall? Jawabannya singkat; biar kedengaran keren. Kan nggak keren banget kalo mati bunuh diri di kolong jembatan, atau lompat ke tengah-tengah rel kereta yang sedang dilintasi kereta api, apalagi mati bunuh diri minum racun serangga. Masih lebih keren mati over dosis alkohol atau narkoba. Padahal, eh, padahal, dimanapun lokasinya dan bagaimanapun caranya, bunuh diri tetaplah bunuh diri, suatu tindakan yang tidak termaafkan oleh Tuhan.

Ngeliat kasus-kasus seperti ini gw jadi khawatir. Bisa-bisa orang-orang pada ikutan bunuh diri dari apartemen supaya bisa masuk TV. Kita semua juga tahu kan, banyak orang berbondong-bondong ingin masuk TV, terlebih secara gratis. Ya iya,lah, buktinya program infotainment berkedok reality show yang isinya cuma mengumbar aib orang selalu laris dan menduduki rating acara tertinggi. Juga acara cari jodoh yang isinya mempermalukan diri sendiri selalu diminati banyak orang.

Ya! Yang paling gw takutkan adalah orang-orang bikin tren baru yang aneh-aneh lagi. Bisa jadi bukan bunuh diri di mall yang dilakukan, hal yang bersifat mortalitas, tapi malah melakukan hal menambah diri yang bersifat natalitas (maksudnya bikin anak, alias melakukan hubungan seks). Bisa jadi mereka merasa berdosa kalau harus mengurangi jiwa manusia melalui bunuh diri, akhirnya mereka berinisiatif untuk menambah jumlah jiwa melalui proses "perkawinan". Supaya biar nggak kalah keren sama korban-korban bunuh diri di mall, mereka juga melakukan hal tersebut di mall! Hoalah, ada - ada saja. Semoga yang ini tidak terjadi.

Tunggu aja, apa tren aneh terbaru dari masyrakat kita yang makin stres dan gila. Tren yang terpaksa dilakukan, entah apa alasan dan tujuannya.

161209

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILUSTRATOR, KARTUNIS, STORIBORDIS, DAN KOMIKUS ADALAH PROFESI YANG BERBEDA; TINJAUAN KOMIK DI DALAM MEDIA (part 1 of 2)

Komik Juki&Friends: Persahabatan di Negeri Cermin

Aku diam, bukan tak peduli