Horor Masa Remaja (bag.2)

Tahun 2001 aku tinggal di Cileungsi, sebuah kecamatan yang terletak ke arah timur laut dari kota Bogor. Disini aku tinggal bersama bapak, adik kandungku MJ, dan ibu tiriku beserta N. Selama di Cileungsi kami berpindah sebanyak 2 kali.Dan ada satu orang yang tinggal bersama kami, ia salah satu penjaga tokonya ibu. Dan kelakuannya, sedikitpun tidak 


Disini, N sudah kelas 6 SD dan MJ baru masuk TK. Meski tiga tahun berlalu sejak aku mondok, aku tidak melihat ada perubahan yang signifikan pada diri N. Ia masih berperilaku sebagai anak emas, walau kuakui, ia kini sudah agak mendingan ketimbang dulu. Dan seiring berjalannya waktu, entah mengapa aku bisa menyayangi N sebagai adik, karena sama seperti aku dan MJ, ternyata N juga menjadi "korban" kekerasan ibunya sendiri.


***

Seperti yang sudah diceritakan di bagian sebelumnya, masa itu saya hidup di dalam kecurigaan, ketakutan, rasa rendah diri, tidak betul-betul merasakan fungsi rumah sebagai tempat berlindung secara psikologis. Apapun yang saya lakukan tidak pernah benar dimatanya. 

(Setelah bagian ini saya tak bisa melanjutkan mengetik. Tiba-tiba pikiran kacau dan tidak tahu harus mulai dari mana)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILUSTRATOR, KARTUNIS, STORIBORDIS, DAN KOMIKUS ADALAH PROFESI YANG BERBEDA; TINJAUAN KOMIK DI DALAM MEDIA (part 1 of 2)

Komik Juki&Friends: Persahabatan di Negeri Cermin

Aku diam, bukan tak peduli